Restoran Ini Tawarkan Menu Timur Tengah

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dua warga negara asing asal Yordania dan satu warga negara Indonesia yakni Noor al Shwike, Ahmad Ali dan Abdullah berkolaborasi menelurkan sebuah restoran konsep Timur Tengah di Jalan Kaliurang km 5,5 Sleman. Menarik, seluruh masakan diracik langsung oleh chef yang berasal dari Suriah.

Konsep restoran yang diberinama Tarbush ini cukup menarik, menawarkan makanan cepat saji namun seluruh menu otentik dari Timur Tengah berpadu Eropa yang memang menjadi andalan di negara-negara Arab. Abdullah, seorang WNI asal Yogyakarta yang mewakili dua kolega asing mengatakan bawasanya sajian di restonya akan dimasak langsung oleh chef yang didatangkan dari Yordania.

“Chef kami ini tinggal di Akaba Yordania tapi dia orang asli Suriah, jadi citarasa yang hadir di sini otentik dari Timur Tengah. Apalagi secara khusus chef ini bawa banyak bumbu-bumbu yang hanya ada di Arab,” ungkapnya, Senin (12/04/2021).

Beberapa menu langsung menjadi andalan resto baru tersebut di antaranya yakni Shawerma yang penyajiannya mirip kebab. Sajian ini menggunakan dua pilihan daging yakni sapi dan ayam.

“Untuk sapi itu hanya boleh menggunakan bagian paha saja, karena karakternya juicy. Nah bumbu-bumbunya sangat berbeda dengan kebab, karena ada total 33 macam bumbu yang diracik chefnya. Kami berani jamin ini rasa pertama kali untuk Indonesia,” sambung dia.

Selain itu, resto yang baru beroperasi ini juga memiliki menu andalan lain yakni ayam panggang yang dimasak langsung di gerai. Bahkan, panggangan ayam dipasang di depan resto yang membuat pembeli bisa melihat langsung proses pemasakan ayam.

“Menu roasted chicken ini juga menarik karena selain bumbu khas dari Timur Tengah, kami memadukan dengan sambal terasi goreng yang sangat khas Jogja. Kami juga jual murah ayam ini, satu ekor itu hanya Rp 39 ribu saja,” lanjut dia.

Sementara Noor menambahkan pilihan membuka gerai pertama di Yogyakarta diputuskan setelah melihat karakter heterogen masyarakat. Ia menilai, ketika konsep ini berhasil di Yogyakarta maka akan membuka peluang lebih luas melebarkan pasar di seluruh Indonesia.

“Kami memulai project Tarbush ini sejak setahun lalu, kami mencari formulasi terbaik sampai akhirnya dibuka sekarang. Kami memilih Jogja menjadi yang pertama dan kedepan akan lebih luas lagi ke Surabaya, Semarang dan Bandung. Kami sangat tertarik dan yakin bisa berkembang, apalagi harga kalau kita lihat ya harga mahasiswa,” sambungnya tersenyum. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI