Revitalisasi Pasar Tempel dan Godean Terpaksa Ditunda

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Revitalisasi Pasar Godean dan Tempel belum dapat dilaksanakan tahun ini. Hal itu dikarenakan masih terkendala lahan untuk pembangunan. Tahun ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman hanya akan merevitalisasi Pasar Kejambon.

Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Dra Tri Endah Yitnani MSi menjelaskan sebenarnya Disperindag akan merevitalisasi Pasar Godean dan Tempel. Namun belum dilaksanakan karena masih terkendala lahan untuk pembangunan pasar.

"Tahun ini kami belum bisa membangun Pasar Godean dan Tempel. Untuk sementara kami tunda dulu," jelas Endah.

Dikatakan, Pasar Tempel yang saat ini terbagi menjadi tiga titik, rencana dipindah menjadi satu titik. Lokasi tersebut akan menggunakan lahan Sultan Ground. Rencananya Pemkab Sleman melakukan pembebasan lahan tersebut.

"Permohonan pembebasan lahan sudah kami ajukan. Jika surat pembebasan sudah keluar, nanti akan langsung proses penganggaran pembelian tanah," terangnya.

Untuk Detail Engineering Design (DED) Pasar Tempel sudah jadi. Bahkan untuk Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) sudah selesai. "Jadi ketika proses pembebasan lahan sudah selesai, langsung bisa dibangun karena persyaratan lainnya sudah lengkap," paparnya.

Sedangkan untuk Pasar Godean, ketersediaan lahan kurang memadai sehingga masih perlu pembicaraan dengan berbagai pihak, termasuk paguyuban pasar. Padahal kondisi pasar saat ini sudah cukup krodit.

"Pasar Godean sudah perlu direvitalisasi karena bangunan lama dan daya dukung sudah tidak memungkinkan. Sementara ketersediaan lokasi tidak mencukupi untuk direvitalisasi," paparnya.

Sementara untuk program revitalisasi pasar tradisional, tahun ini hanya di Pasar Kejambon. Pihaknya telah menganggarkan sekitar Rp 1,4 miliar dalam pembangunan tersebut.

"Tahun ini hanya satu pasar yang kami revitalisasi yaitu Pasar Kejambon. Untuk lainnya belum ada," ujarnya.

Dikatakan, rencananya pasar tradisional yang menjadi kewenangan Kabupaten Sleman akan direvitalisasi. Harapannya keberadaan pasar tradisional mampu bersaing dengan toko modern yang ada di Kabupaten Sleman.

"Kami ingin menciptakan pasar tradisonal yang bersih dan nyaman bagi pengunjung. Sehingga mampu menarik masyarakat berbelanja di pasar tradisional dan dapat meningkatkan kesejahteraan pedagang," terangnya. (Sni)

BERITA REKOMENDASI