RKSA 2018 Diluncurkan, Dana Penelitian Rp 1,5 Miliar Siap Dikucurkan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kementrian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama PT Kalbe Farma Tbk Senin (07/05/2018) meluncurkan program Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA) 2018 di Ruang Multimedia Gedung Pusat UGM. Program tersebut dibuat untuk mengembangkan penelitian di bidang kesehatan, farmasi, pangan fungsional, teknologi informasi dan life science melalui pemberian dana penelitian.

Sie Djohan, Direktur PT Kalbe Farma Tbk mengatakan program RKSA 2018 diluncurkan untuk membentuk sinergitas harmonis antar semua elemen bangsa. Menurut dia, RKSA diharapkan mampu memunculkan hasil penelitian yang memiliki nilai tinggi dan bermanfaat untuk masyarakat.

“Kami percaya, inovasi dan penelitian adalah kunci penting bagi kemajuan bangsa dan kami terus berupaya menumbuhkan budaya inovasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan teknologi. Karena itulah kami membuat program RKSA 2018 untuk mensinergikan Akademisi, Industri dan Pemerintah,” ungkapnya.

Tahun 2018, RKSA mencari peneliti yang melakukan riset di tiga bidang kategori dengan total pembiayaan yang dikucurkan mencapai Rp 1,5 miliar. “Kategori 1 bidang farma, biofarma dan sel punca. Kategori 2 bidang e-health, alat kesehatan, diagnostik kemudian kategori 3 bidang makanan, minuman kesehatan dan produk bahan alam,” sambungnya.

Sementara Ir Prakoso, Sekretaris Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti menyambut baik kerjasama dengan Kalbe. Menurut dia, kerjasama dengan industri merupakan satu langkah kedepan untuk mewujudkan hasil riset menjadi terapan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Pemerintab sangat mendukung kerjasama antara akademisi dan industri karena industrilah yang akan menggunakan hasil riset untuk diproduksi sehingga punya daya guna untuk berbagai kegiatan masyarakat. Kerjasama ini penting karena tak semuanya bisa dilakukan pemerintah, kami jadi regulator saja,” ungkapnya usai launching.

Prakoso mengungkap saat ini masih sedikit pelaku industri yang menggerakkan riset peneliti dalam negeri untuk dimanfaatkan hasil akhirnya. Pemerintah pun masih mengeluarkan banyak pos anggaran untuk mendanai penelitian para akademisi dalam negeri.

“Harapan kami setelah Kalbe, industri lain juga ikut berperan agar riset kita berkembang. Di sisi lain industri juga bisa memanfaatkan hasil inovasi karena seperti kita lihat bersama bahwa sebuah perusahaan pun perlu inovasi produknya,” pungkas Prakoso.

Pendaftaran peserta RKSA 2018 sendiri dimulai 3 Mei dan akan berakhir 8 Juli 2018 mendatang. Peserta diwajibkan membuat akun website RKSA dan menyertakan softcopy pra proposal serta surat pengesahan dari institusi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI