Roar Gama Sajikan Aransemen Gamelan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Fisipol UGM bersama FIB UGM bersiap menggelar acara menarik bertajuk Rhapsody of the Archipelago Gamelan 4.0 (Roar Gama) 29-30 November 2019 di Lapangan Grha Sabha Pramana UGM. Menarik, band-band yang biasa bermain mengandalkan teknologi akan diajak berkolaborasi dengan gamelan.

Grup-grup musik yang punya karakter macam Letto, FSTVLS, Tashoora hingga Mantra Vutura akan tampil berkolaborasi dengan aransemen gamelan. Komposer macam Sudaryanto, Welly Hendratmoko hingga Anon Suneko akan pula terlibat dengan penyempurnaan koreografi dari Pulung Jati Rangga Murti.

Baca juga :

DIY Memasuki Musim Pancaroba
Pencetakan E-KTP Prioritas Perekaman Baru

Sontak event yang baru kali pertama digelar ini mengundang penasaran. Bagaimana FSTVLS yang bergenre alternatif akan berdamai dengan aransemen gamelan dan membentuk ritmis segar untuk memuaskan pecinta musik.

Ari Wulu dan Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe Letto) terlibat masuk ke dalam acara tersebut. Ari dengan pengalaman Yogyakarta Gamelan Festival dan Sabrang dengan karakter kuat budaya dalam kreasinya tampaknya menjadi perpaduan pas untuk memulai Roar Gama 4.0 pertama ini.

Dr Najib Asca, Ketua Panitia Roar Gama 4.0 menyebut kolaborasi Ari Wulu dan Sabrang memang sangat menarik dinantikan. Keduanya menurut Najib memiliki keahlian dan dedikasi di bidang seni dan diharapkan bisa dibawa ke dalam Roar Gama 4.0.

“Mereka berdua punya dedikasi luar biasa dalam merawat mengembangkan tradisi musik. Ari Wulu mengawal Jogja Gamelan Festival. Sabrang juga terlihat karya tradisi meski tetap akrab dengan teknologi modern, dalam lagu-lagu dia ada ruh Jawanya. Ini yang kami harapkan bisa dibawa ke dalam Roar Gama 4.0 nanti,” ungkapnya dalam temu media di Balairung UGM Kamis (14/11/2019).

Ari Wulu sendiri mengaku tak pernah membayangkan sebelumnya UGM mengapresiasi gamelan dan bahkan berkomitmen mengembangkan sampai memberikan ruang kolaborasi di Roar Gama 4.0. Predikat Yogyakarta sebagai laboratorium budaya menurut dia bukan lagi isapan jempol karena kini kampus terlibat aktif dalam pengembangannya.

“Kita lihat bagaimana inovasinya nanti, karena sampai saat ini saya juga belum bisa membayangkan luar biasanya. Ada Tashoora dan Mantra Vutura yang mewakili generasi muda, lalu FSTVLS dan Letto yang mewakili generasi yang lebih mendobrak, ini sangat menarik tentu saja dikolaborasikan dengan gamelan,” ungkap dia.

Roar Gama 4.0 sendiri akan dimulai pukul 19.00 WIB di Lapangan Grha Sabha Pramana UGM. Sehari sebelumnya digelar pula workshop yang diadakan di PKKH UGM dengan kolaborasi bersama penonton. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI