Romahurmuziy: Doa Neno Warisman Membuat Pemilu Seakan Menakutkan

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Doa Neno Warisman dalam munajat 212 yang menggunakan penggalan puisi Nabi Muhammad SAW ketika hendak menjalani Perang Badar mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Doa tersebut dinilai tak lagi tepat disampaikan lantaran berbeda dengan situasi di Indonesia saat ini. 

Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan apa yang disampaikan Neno Warisman adalah sebuah politisasi agama berlebihan yang secara tak langsung merendahkan Islam. Menurut dia, saat ini Indonesia tengah menjalani kontestasi pemilihan umum (pemilu) sebuah pesta demokrasi yang menyenangkan bukan Perang Badar yang dahulu dilakukan untuk hidup mati. 

“Yang dilakukan Mbak Neno ini adalah awal kesesatan, menilai diri paling beragama daripada orang lain. Ini politisasi agama secara membabi buta yang kemudian menutupi kemuliaan agama itu. Konteks saat ini berbeda dengan masa Perang Badar dahulu,” ungkap Rommy pada wartawan Sabtu (23/2/2019). 

Menurut Rommy, apa yang disampaikan Neno seolah sedang menghadapi Perang Badar malah justru membuat masyarakat takut untuk mengikuti kontestasi pemilu. Nantinya dampak kedepan menurut dia, rakyat semakin apatis dengan kontestasi pesta demokrasi yang sebenarnya membawa esensi penting untuk bangsa Indonesia. 

“Seharusnya tetap kedepankan kontestasi secara santun karena masyarakat kita butuh situasi yang sejuk dan damai. Ini pertarungan politik biasa, di sana ada ulama di sini ada ulama. Jangan kemudian mengintimidasi masyarakat kita melalui kontestasi ini yang membuat rakyat apatis pada politik,” sambung dia. 

Rommy mengungkap partisipasi pemilih yang mencapai 75 persen di tahun 2014 lalu bisa berkurang karena masyarakat merasa takut dengan hasil yang nanti didapatkan dari pemilu 17 April 2019 nanti. “Jangan membuat partisipasi pemilu kita turun dari 2014 yang mencapai 75 persen dan dampaknya masyarakat takut dengan hasil pemilu yang disebabkan kampanye politik yang menakut-nakuti. Pemimpin baik itu membangun optimisme bukan menakut-nakuti,” pungkasnya. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI