Royal Ambarrukmo Kembali Buka, Optimis Angkat Perekonomian Lokal

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Setelah tiga bulan terakhir Royal Ambarrukmo menghentikan operasionalnya dikarenakan pandemic, kini hotel bersejarah ini siap untuk beroperasi kembali. Hotel dengan 247 kamar dan berbagai fasilitas penunjang bintang 5 ini menerapkan standard protokol kesehatan yang sesuai dengan anjuran pemerintah maupun World Health Organization (WHO) dalam menyambut kedatangan para tamu.

Penerapan standard protokol kesehatan ini meliputi penambahan fasilitas kesehatan, tempat mencuci tangan beserta peletakan hand sanitizer di beberapa lokasi yang mudah di akses para tamu. Mewajibkan para tamu dan karyawan dalam penggunaan masker, menjaga jarak (physical distancing), serta pengecekan suhu tubuh dan penerapan standard protokal kesehatan lainnya.

“Setelah tiga bulan terakhir Royal Ambarrukmo melakukan tutup pintu untuk MICE dan setelah minggu-minggu terakhir ini kita melihat banyaknya okupansi wisatawan yang datang ke Yogyakarta, maka kami memutuskan pada 7 september ini kita membuka pintu untuk 247 kamar dan 2 meeting room yang bisa mengakomodasi sekitar 2.000 individu. Selain itu dengan Re-Discovered Royal Ambarrukmo diharapkan mampu membantu perekonomian nasional,” ujar Managing Director Royal Ambarrukmo, Haris Susanto.

Dalam rangka proses simulasi penerapan protokol kesehatan, Royal Ambarrukmo Yogyakarta dengan pendampingan Dinas Kesehatan dan Dinas Pariwisata telah mematangkan pelatihan dan kesiapan Hotel untuk beroperasi di masa adaptasi kebiasaan baru. Royal Ambarrukmo Yogyakarta secara konsisten akan menerapkan dan membuka pintunya dalam adaptasi kebiasaan baru untuk berinovasi dan berkomitmen dalam memberikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan kepada para Tamu. Royal Ambarrukmo juga telah mengantongi sertifikasi internasional HACCP dan juga ISO 22.000 sebagai standar higienitas pemrosesan makanan.

Salah satu tujuan dari pembukaan Hotel Heritage bersejarah yang berdiri tepat di Kompleks Pesanggrahan Ambarrukmo ini berharap adaptasi kebiasaan baru dan kesiapan Royal Ambarrukmo ini dapat ikut berkontribusi terhadap Industri Sektor Pariwisata di Yogyakarta serta wisata Budaya yang sangat kental melekat pada Wisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan diaktifkannya kembali program edukasi kebudayaan di Pendopo Pesanggrahan Ambarrukmo seperti Seni Tari Jawa, Seni Panah Jemparingan, Seni Teh Patehan dan banyak aktivitas kebudayaan lainnya diharapkan dapat menambah value atau nilai dari Royal Ambarrukmo Yogyakarta sebagai sebuah destinasi. (*)

BERITA REKOMENDASI