RS Medika Respati Siap Dijadikan Rumah Sakit Darurat Covid-19

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – RS Medika Respati Yogyakarta siap untuk dijadikan sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC). Kesiapan rumah sakit yang berdiri pada lahan sekitar 9.000 meter persegi di kawasan Tajem Maguwoharjo Sleman tersebut merupakan bagian dari komitmen Yayasan Respati guna mewujudkan layanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat.

Direktur PT Medika Respati, Tri Pomo ST mengatakan meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Indonesia khususnya di DIY dan terbatasnya ketersediaan tempat tidur mendorong RS Medika Respati Yogyakarta untuk siap menjadi rumah sakit darurat. Berbagai persiapan telah dilakukan hingga nantinya RS Medika Respati Yogyakarta benar-benar siap untuk menerima pasien Covid-19.

“RS Medika Respati Yogyakarta siap untuk menjadi rumah sakit darurat khusus Covid-19. Visi kami menjadi penyedia jasa dan layanan kesehatan yang menjadi pilihan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau dengan mewujudkan pelayanan paripurna,” kata Tri Pomo, Sabtu (10/07/2021).

Tri Pomo mengatakan RS Respati Yogyakarta selain untuk menjadi fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, juga ditujukan sebagai fasilitas pendukung kegiatan pendidikan kesehatan dari universitas dan Stikes Respati. Nantinya diharapkan pula keberadaan rumah sakit ini dapat menyediakan lapangan kerja bagi tenaga-tenaga kesehatan khususnya lulusan dari dari universitas maupun Stikes Respati.

Ia berharap kontribusi yang dilakukan Yayasan Respati ini dapat memberikan solusi dalam upaya memberantas penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat. “Mari saling bantu dan juga agar jumlah kasus tidak terus bertambah dan pasien terlayani dengan baik,” jelas Tri Pomo.

Sebelumnya Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyiapkan RS Medika Respati sebagai RSDC menyusul melonjaknya kasus Covid-19 di Sleman. Keputusan cepat ini sebagai dilakukan untuk antisipasi jika ada pasien Covid-19 yang tidak bisa dirawat di rumah sakit rujukan, maka penderita dapat dirawat RSDC.

“RS darurat ini perlu kita siapkan mengingat kasus Covid-19 di Sleman akhir-akhir ini mengalami kenaikan yang siginifikan. Namun kami tetap berharap kasus Covid-19 bisa terkendali sehingga rumah sakit darurat ini tidak digunakan,” kata Kustini.

Angka harian positif Covid-19 di Sleman hingga kini masih cukup tinggi. Hari ini saja setidaknya tercatat 548 orang terkonfirmasi positif Covid-19, sebanyak 141 orang dinyatakan sembuh dan 19 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sementara rekor tertinggi jumlah positif Covid-19 di DIY terjadi hari ini. Data dari Satgas Penanganan Covid-19 DIY menyebutkan terjadi penambahan jumlah terkonfirmasi positif yakni mencapai 1.809 kasus, angka kesembuhan sebanyak 717 kasus dan meninggal dunia 37 kasus. (Van)

BERITA REKOMENDASI