RSKIA Sadewa Buka Program Bayi Tabung dengan Harga Terjangkau

SLEMAN, KRJOGJA.com – Unit Bayi Tabung di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Sadewa memang sudah direncanakan cukup lama, tahun ini mereka launching. Hal ini sebagai bentuk pengkhususan RSKIA Sadewa yang  selalu ingin terus menyempurnakan layananya sebagai Rumah sakit yang  menangani kasus seputar Ibu dan Anak secara menyeluruh dan lengkap.

Menurut Drg Wiwik Lestari selaku Direktur RSKIA Sadewa, hal tersebut terbukti dengan kunjungan poli ibu per bulan rata-rata di RSKIA Sadewa bisa mencapai 4000 pasien. Sedang poli anak bisa sampai 2000 pasien perbulan. Untuk jumlah kelahiran bayi perbulan bisa mencapai 400 kelahiran. "Jumah dokter kandungan di tempat kami ada 14 orang, 5 diantaranya adalah dokter kandungan konsultan fertilitas, dan ini terbanyak diantara seluruh rumah sakit se Jateng DIY," terang Wiwik, saat dijumpai di RSKIA Sadewa, Jalan Babarsari 13B Caturtunggal Depok Sleman, Kamis (13/12/2018).

Selain SDM, lanjut Wiwik, ruangan dan peralatan untuk penanganan In Vitro Fertilization (IVF) menggunakan versi terbaru dan lengkap. "Ini sesuai dengan karakter Sadewa yakni, bersama yang tidak mampu kita harus maju. Tarif tidak harus mahal, bisa dibandingkan dengan IVF yang lainnya yang punya siklus dan alur yang sama, di tempat kami pasti lebih murah. Jasa medisnya pun tidak tinggi karena kami ingin  membantu pasangan-pasangan yang berada di kelas menengah ke bawah dan susah memiliki keturunan. Mungkin sudah menabung untuk program, tapi kalau mahal kan tidak semua bisa cepat di moment yang sesuai saat program," ujarnya.

Banyak faktor dan pertimbangan misalnya usia pasutri, faktor ekonomi dan momentum. Ini menyebabkan banyak pasutri enggan melakukan program bayi tabung. Di sini RSKIA Sadewa memberikan solusi, sehingga pasutri tak perlu ikut penanganan ke negara lain, misalnya.

Program bayi tabung sebenarnya bisa diikuti oleh pasangan suami istri yang memang terdiagnosis infertilitas, yang primer maupun sekunder. Biasanya dokter akan menyarankan jika tidak berhasil dengan cara alami, untuk memperoleh keturunan maka bisa dengan cara inseminasi terlebih dahulu, jika gagal maka bisa lanjut ke step bayi tabung.

"Siklus lama program sekitar 10-14 hari, pasien harus berada di Yogyakarta. Sedangkan  persiapan pre bayi tabung tidak perlu tinggal di Yogya, mereka bisa melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit jaringan (Mitra Sadewa) yang tersebar nasional," jelas Wiwik.

Selain itu, beberapa kondisi seperti kondisi fisik hormonal serta usia pasangan bisa jadi pertimbangan untuk langsung ke step bayi tabung, atau karena memang pasien yang meminta sendiri.(*)

BERITA REKOMENDASI