Rumahnya ‘Dibedah’, Mbah Sainem Bisa Hidup Layak

RAUT wajah Mbah Sainem warga RT 06, RW 36 Dusun Pereng, Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman tampak berseri-seri. Air matanya nyaris tumpah membasahi kerut di kedua pipiya.Semangatnya tampak berkobar di sela menerima kunci saat rehabilitasi rumah yang berukuran 7 m x 5 m kini lebih layak dibandingkan kondisi sebelumnya yang hanya berlantai tanah dan bertembokan anyaman bambu.

“Matur nuwun atas bantuannnya. Kulo seneng banget,” imbuh Mbah Sainem (79) saat menyaksikan rumah barunya sebagai bentuk charity dari tim Hardware, Senin (16/12/2019).

Mbah Sainem mengaku selalu berpindah rumah lantaran hidup sebatang kara. Dia seering hidup bersama kakak dan keponakannya lantaran belum bisa membangun rumah lebih layak. Bahkan, sekitar 10 hari terakhir ini mengungsi seiring dengan terpilihnya rumah dia sebagai rumah yang masuk dalam program bedah rumah milik Hardware Clothing. Terhitung 20 November hingga 1 Desember kemarin, salah satu produsen produk fashion lokal di Indonesia itu merehab rumah Mbah Sainem. Dibantu oleh warga sekitar, akhirnya rumah Mbah Sainem saat ini sudah layak untuk ditempati.

“Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu sosial, kami melakukan kegiatan dengan merenovasi rumah. Charity ini sebagai rangkaian ulang tahun kami pada 27 Desember nanti,” kata Visual Merchandising And Creative Hardware Clothing Anggit Anggorini usai menyerahkan kunci rumah ke Mbah Sainem.

Hardware Clothing, kata dia, memilih Mbah Sainem sebagai penerima bantuan renovasi rumah setelah melalui proses pencarian dan seleksi panjang sejak Juli lalu. Pihaknya ingin menunjukkan bahwa sisi fashion yang tidak selalu penuh gaya hidup glamour.

“Kami berpusat di Jakarta. Di Jogja ada tiga toko dari total 30 toko kami yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagian besar toko kami ada di Jawa sehingga sebagai salah satu brand lokal Indonesia sudah sepatutnya kami ikut peduli dan membantu,” tuturnya.

Lebih lanjut Anggit menjelaskan bahwa kegiatan Fashion for Charity ini sebagai momentum yang menunjukkan bahwa identitas fashion tidak hanya seputar gaya hidup hedonis dan glamour.

“Fashion juga bisa dijadikan kegiatan positif, peduli terhadap sosial dan merangkul komunitas untuk berkarya memajukan Indonesia. Seperti di Jogja kami merangkul komunitas-komunitas seniman,” tandas dia.

Ketua RT setempat Supardi menjelaskan pihaknya bersama warga bahu membahu menyelesaikan pembangunan rumah yang mendapat dukungan penuh dari Hardware. Dia mengaku bersyukur warganya mendapat prhatian dan berharap kegiatan serupa berkelanjutan. (*)

BERITA REKOMENDASI