Sardjito Rawat Satu Mahasiswa Jepang Diduga Corona

Editor: Ivan Aditya

Dalam kesempatan ini Subardi menyatakan pemerintah sedikit terlambat dalam melakukan antisipasi menghadapi Virus Corona. DPR menurut Subardi sebenarnya sejak awal merebaknya Virus Corona di China sudah mendorong, namun pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan kurang bertindak cepat.

“Bukan perpres (yang dibutuhkan), tapi tindakan langsung. Pemerintah memang menyediakan dana khusus untuk mengantisipasi virus ini, kalau tidak salah kemarin diputuskan Rp 2 triliun. Uang itu jangan untuk mengatasi dampak ekonomi saja, namun lebih baik untuk prefentif mengatasi wabah ini,” tegasnya.

Subardi mencontohkan masker yang saat ini langka. Pemerintah seharusnya dapat mensubsidi perusahaan pembuat masker yang mampu memproduksi dalam jumlah banyak dan cepat dengan kualitas baik untuk dipersiapkan bagi masyarakat.

Ia juga berharap momentum ini menjadi saat yang tepat bagi pihak rumah sakit swasta untuk turut andil berperan. Bagi pemerintah daerah, Subardi meminta bupati mempersiapkan rumah sakit daerahnya untuk siap jika sewaktu-sewaktu terjadi wabah atau peristiwa yang berkaitan dengan penyakit menular.

“Pemerintah daerah harus juga mempersiapkan rumah sakitnya, saat ini di DIY hanya ada dua yang siap untuk menerima pananganan Corona yakni RSUP dr Sardjito dan RS Panembahan Senopati. Kepada bupati-bupati yang ada di kabupaten, rumah sakit daerah harus distandarisasi,” tegasnya.

Sementara itu Sri Muslimatun mengatakan, Kabupaten Sleman sudah membentuk satuan tugas (satgas) terkait Corona. Hal ini dilakukan sebagai langkah kesiapan penanggulangan dan pengendalian Virus Corona agar tidak mewabah di Sleman. (Van)

BERITA REKOMENDASI