Saring Aspirasi di Cangkringan, Cabup PDIP Komitmen Keistimewaan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Supriyanto, bakal calon Bupati Sleman dari PDI Perjuangan menggelar dialog dengan warga Cangkringan Sleman Selasa (21/1/2020). Meski rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan belum keluar namun Supriyanto mengaku tegas menjaga komitmen keistimewaan DIY. 

Kabupaten Sleman mempunyai posisi strategis bagi DIY sebagai pintu gerbang yang menghubungkan dengan Jateng di sisi timur dan utara. Sleman juga memiliki posisi geografis kultural yang erat dengan poros filosofis Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, tugu Yogya dan Gunung Merapi. 

Supriyanto yang akrab disapa Antok mengungkap dalam dialog dengan warga Cangkringan Sleman, tokoh masyarakat anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wukirsari, Agus Kristianta, menyampaikan permasalahan tata ruang Kawasan Rawan Bencana (KRB) di lereng Gunung Merapi dan Tanah Kasultanan yang merupakan bagian dari  Keistimewaan DIY. Supriyanto menegaskan komitmennya menjadikan Sleman terdepan dalam mempertahankan eksistensi Keistimewaan DIY sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. 

“Kewenangan istimewa meliputi tata cara pengisian jabatan, kedudukan, tugas, dan wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur, kelembagaan Pemerintah Daerah DIY, kebudayaan, pertanahan, dan tata ruang. Keberadaan Sultan Ground harus kita jaga bersama karena itu hak ulayat yg sudah diakui keberadaanya sejak masa sebelum kemerdekaan sampai sekarang sehingga tidak ada masalah dengan UUPA (Undang-Undang Pokok Agraria),” ungkap dia. 

Hingga saat ini menurut Antok, Pemkab Sleman sudah mendata Sultan Ground yang berada di seluruh kabupaten sisi utara DIY ini. Tercatat ada tanah seluas 746,5 hektar terdiri dari 4.486 bidang yang merupakan tanah milik Kasultanan Yogyakarta. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI