Sastrawan dan Budayawan Asia Tenggara Kumpul di Omah Kecebong, Apa yang Dilakukan?

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN (KRjogja.com) – Ratusan sastrawan dan budayawan dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara berkumpul di Omah Kecebong, Selasa (22/11/2016). Mereka mengikuti puncak acara hari ulang tahun ke empat Perhimpunan Sastrawan Budayawan Negara Serumpun (PSBNS) yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Sleman.

Rangkaian peringatan PSBNS tersebut dimulai sejak 19 November 2016 dan diisi serangkaian anjangsana budaya dengan pemerintah dan sastrawan di Sleman, Magelang, dan Yogyakarta. Pembukaan rangkaian acara sendiri sebelumnya dilakukan Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.Si di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Saat puncak acara di Omah Kecebong, dipentaskan tarian Saman (Gaya Gayo), Prosesi Geguritan (Paguyuban Sekar Pangawikan), lagu danpuisi dari delegasi PSBNS, serta tumpengan.  

Menurut Dr. Free Hearty, M. Hum, Ketua PSBNS, dalam kebudayaan bahasa dan sastra adalah aspek yang dipercaya dan dianggap mampu menjembatani rasa saling mengerti dan memahami antar dan inter negara dan bangsa.

"Mengenal sastra dengan mempelajari bahasa dan memahami sastra dan bahasa negara tertentu membuat manusia saling paham dan saling mengerti karakter budaya masing-masing. Itulah latar belakang dideklarasikannya Perhimpunan Sastrawan Budayawan Negeri Serumpun (PSBNS) di Aie Angek, Bukittinggi, Sumatra Barat pada 21 November 2013 dan terus berkembang hingga kini," ungkapnya.

Pendiri PSBNS terdiri dari beberapa tokoh antara lain Dr. Free Hearty (Indonesia), DatukJasni Matlani (Malaysia), Tan Sri RM Jasni (Malaysia), danHandoko F Zainsam (Indonesia). Perhimpunan ini mewadahi para sastrawan dan budayawan negara serumpun dan bersama menggali, mengangkat dalam dialog dan diskusi tentang sastra dan budaya Melayu, lalu menerbitkan karya para penulis dari negara serumpun.

Peringatan HUT IV di Indonesia tahun 2016 mengambil tema besar “Local Color and Local Wisdom”. Peringatan yang didukung Pusat Studi Kebudayaan UGM ini dihadiri 120 anggota PSBNS dari ASEAN dan sastrawan budayawan Yogyakarta dan sekitarnya.

Dalam HUT IV PSBNS di Yogyakarta juga dikukuhkan para ketua chapter, yaituPhousan Jehwae (Thaland), Ampuan Brahim Tengah (Brunei), Rohani Din (Singapura), Datuk Jasni Matlani (Malaysia), danWahjudi Djaja (Indonesia). Puncak acara menjadi semakin seru setelah pemerhati sastra yang juga ilmuwan dari Italia yakni Naomi Gagliardi membacakan sebuah puisi di Omah Kecebong saat acara puncak.

Pengelola Omah Kecebong Hasan S Prayogo, menambahkan Local Color and Local Wisdom sesuai dengan misi Omah Kecebong yang memfasilitasi beragam pentas dan atraksi seni dan tradisi budaya. "Kami memiliki konsern pada seni dan tradisi budaya sehingga sangat menyambut positif kegiatan ini, kami selalu gunakan budaya sebagai dasar kegiatan kami dan ternyata sinergi ini bisa berbuah positif," terangnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI