Satpol PP Meninggal Tersetrum Listrik bakal Terima Santunan BPJS-TK

SLEMAN, KRJOGJA.com – BPJS Ketenagakerjaan memastikan santunan bagi keluarga Ardi Suryo Nugroho (30) petugas Satpol PP Bantul yang meninggal dunia lantaran tersengat listrik saat menertibkan baliho ilegal di Jalan Pleret Jambidan Banguntapan Bantul Selasa (3/9/2019). BPJS menyatakan keluarga almarhum akan mendapat santunan sebesar 48 kali upah bekerja. 

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif mengungkap pihaknya memastikan keluarga almarhum mendapatkan hak sesuai perundangan yang berlaku. Menurut dia, karena meninggal dunia dalam tugas pekerjaan, petugas Satpol PP mendapat perlindungan negara dan keluarga almarhum berhak atas santunan 48 kali upah. 

“Kalau upah sebulan almarhum Rp 1,9 juta berarti dikalikan 48 kali. Itu hak almarhum yang akan diberikan pada keluarga sesuai perundangan berlaku dan BPJS Ketenagakerjaan memastikan hal tersebut,” tandas Krishna usai menjenguk satu korban lainnya di RSUP Dr Sardjito Jumat (6/9/2019). 

Krishna juga mengungkap apabila peserta BPJS Ketenagakerjaan meninggal dunia bukan saat menjalani tugas kerja tetap akan mendapatkan santunan sejumlah Rp 24 juta untuk keluarga. “Hal ini jelas disampaikan dalam perundangan. Untuk kecelakaan kerja, BPJS Ketenagakerjaan juga menanggung seluruh biaya perawatan hingga nantinya bisa kembali bekerja,” tandas dia. 

Sementara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta, Ainul Khalid mengatakan selain memberikan santunan 48 kali gaji pihaknya juga memberikan beasiswa anak yang menjadi korban meninggal dunia. “Jika punya anak usia sekolah dapat  beasiswa sebesar Rp12 juta untuk satu anak saja. Jadi sampai saat ini belum ada perubahan penerima manfaat," ungkapnya. 

BPJS Ketenagakerjaan pun mengingatkan seluruh pemberi kerja di wilayah DIY untuk taat mendaftarkan seluruh pekerjanya menjadi peserta. “Kalau tidak ikut dan terjadi kecelakaan pada pekerja yang belum ikut BPJS Ketenagakerjaan, maka perusahaan wajib menanggung seluruh biaya hingga sebesar yang BPJS bayarkan pada peserta. Itu amanat undang-undang,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI