Sawah Panda Desa Sumberharjo, Spot Wisata Baru di Sleman

Editor: Ivan Aditya

MENJELANG akhir pekan sudah saatnya beristirahat dari aktivitas rutin sehari-hari. Pekerjaan yang cukup melelahkan kerap membawa penat bagi siapapun. Di Yogyakarta terdapat destinasi wisata baru yang memadukan keindahan dengan seni di hamparan sawah.

Sejauh mata memandang, sawah adalah tempat yang memiliki keindahan alam yang tidak kalah menawan. Sepoi angin dari segala arah silih berganti memberikan kesejukan. Gambar elok ini dapat dilihat dari atas gubuk setinggi kurang lebih 5 meter di atas tanah.

Sebut saja 'sawah kreasi', digagas oleh pemilik sawah bernama Fuad Nasir areal yang berada di Dusun Bleber Lor Desa Sumberharjo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman ini disulapnya jadi pemandangan indah. Ide kreatif ini terinspirasi oleh Paddy Art di Inakadate Jepang yang memanfaatkan sawah yang luas untuk menarik minat wisatawan agar datang berkunjung ke desa tersebut.

"Kalau di Jepang gambarnya lebih banyak dan itu juga yang menentukan kesulitan untuk membuat polanya. Ini sebenernya sudah kurang bagus, soalnya sudah mau memasuki masa panen. Biasanya bakal kelihatan indah banget pas masa penumbuhan daun pas lagi hijau dan lebat-lebatnya," kata Fuad Nasir.

Jika kita amati dari jauh, pola tersebut berwarna hitam mebentuk gambar binatang panda. Diungkapkan Fuad warna tersebut sebenarnya bukan hitam, melainkan ungu yang berasal dari suatu jenis tanaman padi dari Jepang.

"Jadi itu bukan cat atau pewarna, itu adalah padi dari Jepang. Memang padinya warna ungu dari sananya, saya beli padinya di temen dosen saya yang juga sawahnya menggunakan padi dari Jepang jadi berwarna ungu semua," katanya.

Fuad menambahkan, padi Jepang warna ungu ini belum dapat dikonsumsi olehnya karena masih dilegalkan oleh pemerintan Indinesia. Oleh karena ini pagi itu ia manfaatkan sebagai hiasan sehingga dapat membuat sawahnya menjadi unik.

Pria lulusan lulusan pariwisata UGM dengan kemampuannya ingin membangun sawahnya sebuah wadah rekreasi. Kreasi kali ini menurutnya merupakan karya ketiga yang telah ia ciptakan.

Untuk pertama kalinya pada tahun 2018 pada bulan Juni dan September. Musim pertama Fuad menggambar hewan beruang, musim keduanya ia beralih menggambar hewan bebek dan memasuki musim ketiganya digantinya dengan panda. "Kalau pas lagi bagus, biasanya ada tiket masuknya Rp 5.000 tapi kalau posisi kaya ini bayar setengah aja buat oprasional gubuk," pungkasnya. (Ive)

BERITA REKOMENDASI