Sayur Kehidupan, Cara Umat Paroki Pakem Menanam dan Berbagi untuk Sesama

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Umat Katolik di Paroki Maria Assumpta Pakem mulai memanen tanaman pangan sayur-mayur yang ditanam di awal pandemi Covid, tiga bulan silam. Menanam menjadi salah satu upaya masyarakat di lereng Merapi untuk mendukung ketahanan pangan warga lantaran pandemi yang berlangsung tak tentu waktu.

Romo Paroki Maria Assumpta Pakem, Insaf Santosa, Pr mengatakan menanam merupakan salah satu upaya yang digelorakan dalam mengadaptasi situasi pandemi. Masyarakat di lereng Merapi melaksanakan untuk mendukung upaya ketahanan pangan mengantisipasi dampak berkepanjangan Covid yang mengharuskan manusia melakukan sosial distancing.

“Giat kreatif di rumah dengan menanam sayuran ini menggeliat bagaikan percikan air di banyak tempat seluas wilayah pelayanan pastoral Paroki Pakem. Dari semula percikan air, semakin hari semakin besar bagaikan aliran air dan semakin menggembirakan ketika foto mekarnya sayuran semakin banyak di unggah pada grup-grup pesan aplikasi Whatsapp. Dewan Paroki Pakem pun turut pula menanam sayuran di dua petak sawah yang dipinjamkan dan hari ini kami melaksanakan panen untuk pertama,” ungkapnya pada KRjogja.com Kamis (11/6/2020).

Sayur mayur yang dipanen kemudian dibagikan merata pada seluruh umat dan warga di Pakem yang membutuhkan. Tidak berlebih namun cukup untuk menjaga kehidupan keluarga tetap berlangsung.

Gerakan yang bertajuk Sayur Kehidupan ini akan diteruskan. Semangat yang sama untuk mendukung ketahanan pangan sembari terus menyelaraskan diri dengan alam menjadi landasan utama gerakan tersebut diwujudkan.

“Kami menggunakan metode tumpang sari dengan sistem organik. Hasil panen ini siapapun boleh mengambil, petik secukupnya di pagi atau sore hari. Kami berharap, kita semua terus nandur, nandur dan nandur karena panenan perdana ini baru usia tiga minggu namun kita sudah bisa menikmatinya,” sambung Romo Insaf. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI