“Sayur Sleman” Gerakan Sedekah Sayur Menangkan Urban Innovation Challenge

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Negara-negara di dunia saat ini rentan terhadap berbagai ancaman bahaya bencana alam seperti banjir, topan, kenaikan muka air laut, dan lain sebagainya. Sebagai negara dengan tingkat urbanisasi tercepat di Asia (4,1 persen per tahun), Indonesia juga rentan akan ancaman bahaya tersebut.

Menurut lembaga Verisk Maplecroft (2021), 3 kota dengan kepadatan tertinggi di Indonesia (Jakarta, Surabaya, dan Bandung) masuk dalam daftar 10 besar kota dengan risiko dampak lingkungan (environmental risk) tertinggi di dunia, bahkan Jakarta menempati posisi teratas. Dengan semangat gotong royong, maka aktor dan pemangku kepentingan yang berbeda-beda dapat melakukan co-creation inovasi sosial untuk menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat perkotaan demi masa depan yang berketahanan dan berkelanjutan.

“Kota-kota di Indonesia memiliki kapasitas untuk mendorong pertumbuhan inklusif dan keberlanjutan serta menjadi alat untuk meningkatkan kohesi dan kesetaraan sosial. Urban Innovation Challenge adalah upaya kami untuk mendorong inovasi akar rumput dan memfasilitasi kolaborasi antara masyarakat dan inovator untuk lebih memajukan pembangunan perkotaan menuju pencapaian SDGs,” ungkap Sophie Kemkhadze – Deputy Resident Representative, UNDP Indonesia.

11 komunitas/organisasi terlibat dalam Urban Innovation Challenge antara lain Urban Lotus, Fokkalis, Millennials Farmer (Milfa), Gotiz, CEGAS Studio, Sayur Sleman, Layar UMKM, Aliansi Kuliner Indonesia (KUL-IND), AIUEO Kreasi Energi, HAKLI, dan Blue Lens Initiative. Selama kurang lebih 1 bulan, para komunitas/organisasi telah menerima dukungan berupa workshop dan mentorship yang intensif dari para mentor dan narasumber yang memiliki latar belakang keahlian di 3 topik utama Urban Innovation Challenge yang berasal dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yayasan Kota Kita, Rame Rame Jakarta, Design Ethnography Lab. (DE:Lab), Resilience Development Initiative (RDI), Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ), Kopernik, dan Jabar Digital Service.

Salah satu dari dari 3 solusi terpilih yakni, “Sayur Sleman”, yang memiliki solusi program sayur online dan sedekah sayur untuk memberdayakan para petani, pedagang sayur dan UMKM. Mereka mengakui sangat antusias menjalani Urban Innovation Challenge dan terpilih untuk mengikuti program pengembangan kapasitas dan pendanaan implementasi.

BERITA REKOMENDASI