Sebut Warga Jogja ‘Norak’, Akun Rina Yellow Dilaporkan, Siapa Dia?

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Beberapa hari ini warganet di DIY dibuat geger karena adanya unggahan satu akun bernama Rina Yellow (@ye_riiin166) yang mengatakan orang Yogyakarta norak saat melihat kendaraan plat B juga miskin dan kampungan. Hal tersebut menuai reaksi dari warga masyarakat yang lantas melaporkan pemilik akun Twitter tersebut ke Polda DIY, Selasa (10/5/2022).

Muhammad Heri Suryono, pelapor mewakili warga Yogyakarta yang juga seorang pegiat media sosial, mengatakan unggahan yang dibuat pemilik akun Rina Yellow tidak bisa begitu saja dibiarkan. Apalagi, ia menduga unggahan sengaja dibuat untuk mengundang kehebohan dan sebagai aksi panjat sosial (pansos) yang bersangkutan di sosial media.

“Saya sebagai pengelola akun yang followers besar di Jogja kok merasa resah. Dulu 2014 ada kasus yang hampir sama menghina warga Jogja kemudian bisa diselesaikan secara hukum. Kalau ini dibiarkan, orang pansos gampang banget tanpa harus bertanggungjawab pada apa yang disampaikan. Karena itu kami lapor ke Polda agar ditindaklanjuti sesuai hukum,” ungkapnya pada wartawan di SPKT Polda DIY.

Sebelumnya, Heri turut mengunggah cuitan Rina di akun sosial media yang dikelola dan semua komentar masuk mengungkap keresahan sama. Terlebih, beberapa hari ini banyak kendaraan berplat nomor luar kota tersebut melakukan pelanggaran-pelanggaran lalu-lintas yang dirasakan mengganggu.

“Saya coba upload dan semua menyampaikan keresahan yang sama. Di saat bersamaan ada banyak bukti kendaraan berplat nomor luar kota itu banyak yang melakukan pelanggaran. Kami melapor ke Polda DIY agar ditindaklanjuti agar yang bersangkutan bisa memberikan klarifikasi dan mempertanggungjawabkan secara hukum,” tegasnya.

Akun Rina Yellow sendiri sudah memberikan klarifikasi terkait unggahan itu dan menyebut ada yang membajak akunnya. Namun, menurut Heri, hal tersebut hanya upaya playing victim saja dari yang bersangkutan karena mendapat sanksi sosial di dunia maya.

“Menurut kami hanya pembelaan diri saja, pun ada kata-kata yang tidak sopan. Maka itu kami menilai harus ada tindaklanjut secara hukum dari pihak berwajib, agar ada klarifikasi jelas dan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Jangan sampai kebebasan bermedia sosial jadi hate speech, harus bertanggungjawab,” pungkas dia. (Fxh)

 

 

BERITA REKOMENDASI