Segera Dibuka, ‘Dewi Peri’ Andalkan Aplikasi Jaring Wisatawan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Desa Wisata Pentingsari (Dewi Peri) yang berada di Kalurahan Umbulharjo, Kapenawon Cangkringan, Kabupaten Sleman akan melakukan ujicoba menerima tamu setelah tujuh bulan tutup akibat pandemi Covid-19. Pengurus bersama aparat desa setempat akan menerapkan protokol kesehatan lokal dan sesua yang dikeluarkan dinas terkait demi menggerakkan kembali perekonomian warga.

“Hampir tujuh bulan desa wisata ini tutup. Akhir Oktober kami akan melakukan ujicoba aplikasi bantuan dari STIKES Bethesda dan protokol kesehatan sebelum membuka kembali desa wisata yang direncanaan November ini,” kata Sesepuh Pengurus Dewi Peri Doto Yogantoro saat dikonfimasi.

Menurut Doto melalui aplikasi calon tamu akan dinilai kesehatannya berdasarkan rangkaian pertanyaan. Setelah dijawab, akan diketahui kondisi para tamu apakah risiko tinggi (Covid-19), risiko sedang atau rendah. Aplikasi juga memuat perihal pemesanan kamar hingga paket lainnya. Namun, saat datang langsung ke lokasi, pengurus kembali menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah seperti cek suhu badan sampai mewajibkan cuci tangan dan menggunakan masker.

“Kami juga sudah membentuk Satgas Covid-19 tingkat dusun hingga kecamatan dan bisa melakukan evakuasi bila ada warga atau tamu yang diduga suspek Covid-19 untuk mendapat perawatan di puskesmas atau rumah sakit daerah. Selain itu, memasang spanduk imbauan terkait protokol kesehatan di sekitar lokasi desa wisata ini,” kata Doto.

Doto mengakui pandemi Covid-19 memukul ekonomi warga yang selama ini mengandalkan kedatangan wisatawan untuk menginap sampai menikmati sejumlah atraksi. Di sepanjang tahun 2019 destinasi wisata minat khusus ini telah dihadiri 22.500 pengunjung dan untuk tahun ini termasuk ‘zero’. Meskipun pengurus menerima tamu isidentil untuk penelitian. “Meski tahap ujicoba, namun jumlah tamu pasti dibatasi. Di Dewi Peri ada 60 rumah wisata dengan 140 kamar. Saya harap corona segera berakhir dan di awal Februari 2021 sudah normal lagi yang ditandai hingga hari inisudah ada pemesanan kamar lewat internet,” tandas Doto Yogantoro.

Sekadar informasi Dewi Peri yang berada di lereng Merapi membuat desa ini selalu diselimuti hawa sejuk baik siang maupun malam. Desa Pentingsari sendiri diresmikan menjadi desa wisata pada tahun 2008 dengan menawarkan wisata alam dan wisata budaya sebagai daya tarik utamanya.

Desa Pentingsari cocok bagi wisatawan yang ingin rehat sejenak dari kesibukan sehari-hari. Disini wisatawan bisa melakukan banyak hal yangbisa merileksasi pikiran dan raga. Dengan suasana pedesaan yang masih asri, udara khas lereng Merapi yang sejuk, dan kearifan lokal yang masih terasa kental akan merecharge jiwa.

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan disini selain menikmati keindahan alam pedesaan. Disini wisatawan tidak hanya numpang tidur, tetapi juga bisa mengikuti berbagai aktivitas dan berbaur dengan penduduk sekitar, seperti melakukan aktivitas membajak sawah, panen padi, memancing bahkanwisatawan juga bisa mengikuti kursus singkat menari Jawa, belajar karawitan, kreasi janur, dan di waktu tertentu, pengunjung juga akan diajak mengikuti kenduri atau syukuran desa. Jika datang bersama rombongan, disini juga menyediakan fasilitas outbond dan sepak bola lumpur.

Puas melakukan berbagai aktivitas di desa, wisatawan bisa juga mngunjungi berbagai obyek wisata yang ada di sekitar kawasan Desa Pentingsari. Beberapa tempat yang bisa dikunjungi antara lain Kaliurang dan Kali Kuning dengan pemandangan landscape Merapinya yang sangat indah, Pancuran Sendangsari yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, Batu Luweng yang menjadi saksi perjuangan Pangeran Dipenogoro melawan Belanda, Watu Gendong, Watu Payung dan masih banyak lainnya.

Desa Pentingsari juga memiliki Joglo Herbal, yaitu joglo yang dikhususkan untuk konsultasi pengobatan herbal. Disini wisatawan bisa berkonsultasi mengenai tanaman-tanaman herbal yang memiliki khasiat tertentu. Tidak
hanya itu, wisatawan juga bisa mendapatkan bibit tanaman herbal dan berbagai sayuran organik.(Tom)

BERITA REKOMENDASI