Sehari, Pengguna dan Pengedar Pil Koplo Diringkus

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Meski sudah puluhan tersangka penyalahgunaan narkoba ditangkap polisi, hal itu tidak membuat kapok pelaku lainnya. Tetap saja para pengguna mencari barang untuk dikonsumsi, demikian pula pengedar pun mencari mangsa untuk memasarkan barang haram yang dimilikinya. Realitas itulah yang melatarbelakangi tekad jajaran kepolisian untuk memberantas peredaran narkoba, baik pengguna, pengedar, maupun bandar.

Setidak-tidaknya hal itu yang dilakukan jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda DIY yang dipimpin Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Kombes Pol Ary Satriyan SIK. Petugas Subdit 1 Direktorat Satuan Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda DIY dipimpin AKBP Hari Triyana SE MH, Jumat (17/07/2020) menangkap empat pelaku penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

Keempat tersangka masing-masing PM (26) warga Pajangan, Pendowoharjo, Sleman, MK (24) warga Pajangan, Pendowoharjo, Sleman, YR (21) warga Condongcatur, Depok Timur, Sleman, dan KT (24) asal Banyuwangi, Jatim.

Penangkapan dilakukan karena keempat tersangka terbukti sebagai pengguna dan pengedar obat-obatan daftar G, yang kepemilikannya harus dilengkapi dengan surat sah dari dokter. Tetapi keempat tersangka tidak memiliki syarat tersebut, sehingga dianggap melanggar pasal 62 UU RI No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan pasal 196 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Keempat tersangka hingga Senin (20/07/2020) masih menjalani pemeriksaan di Mapolda DIY.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda DIY Kombes Pol Ary Satriyan SIK didampingi Wadir Resnarkoba AKBP Bekti Andriyono SSi MM MSi, Senin (20/07/2020) menjelaskan dari tersangka PM petugas menyita barang bukti 1 handphone, 6 botol plastik, masing-masing botol berisi 1.000 butir pil Yarindo, dan satu kertas bukti transaski. Penangkapan terhadap PM merupakan tindak lanjut dari penangkapan terhadap MK pada Jumat (17/07/2020) sore di rumahnya.

Ary Satriyan menjelaskan ketika dilakukan penggeledahan di rumah MK, petugas menemukan barang bukti berupa 6 botol plastik, masing-masing botol berisi 1.000 butir pil Yarindo, dua handphone, dan satu lembar kertas bukti transaksi. “Tersangka MK mengakui uang yang digunakan untuk membeli obat-obatan daftar G itu berasal dari PM,” ujar Ary Satriyan. Kedua tersangka selanjutnya dibawa ke Mapolda DIY untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Berikutnya, petugas menangkap YR (21) di sebuah kafe di Banguntapan, Bantul. Saat ditangkap YR kedapatan membawa 9 toples plastik, 7 pack plastik klip, 3 butir tablet camlet 1 mg Alpraziolam, 22 plastik klip masing-masing isi 10 tablet Trihecyphenidyl, 2 bungkus bekas rokok isi 3 butir tablet camlet, dan handphone. “Tersangka YR ditangkap berdasar pengakuan dari kedua tersangka yang ditangkap sebelumnya,” jelas Ary Satriyan.

Setelah memintai keterangan ketiga tersangka, selanjutnya petugas menangkap tersangka KT (24) di Karangjambe, Banguntapan, Bantul. Ketika dilakukan penggeledahan di tempat tinggalnya, Sorowajan, Banguntapan, Bantul, petugas menemukan barang bukti 6 botol plastik, masing-masing botol berisi 1.000 tablet Trihexyphenidyl, 1 handphone, dan tas yang digunakan untuk menyimpan obat-obatan terlarang.

Ary Satriyan menjelaskan, keempat tersangka satu dengan yang lainnya memiliki keterkaitan dalam ‘urusan’ jual beli obat-obatan daftar G, yang biasa diistilah sebagai pil koplo. Pihaknya terus berusaha untuk memberantas peredaran pil koplo dan minuman keras (miras) yang nyata-nyata menjadi salah satu penyebab tindak kriminal. “Sebagai contoh, merebaknya klithih tidak lepas dari kebiasaan remaja menenggak miras dan ngemplok pil koplo,” jelas Ary Satriyan. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI