Sekelompok Mantan Napiter Dukung Terciptanya Keamanan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sebanyak empat mantan narapidana teroris (napiter) memutuskan untuk menjaga keutuhan dan keamanan bangsa. Mereka bersedia membantu program deradikalisasi yang dilaksanakan pemerintah serta siap merekrut mantan-mantan napiter lain seperti dirinya untuk kembali ke jalan yang benar. Komitmen tersebut ditunjukan dengan bergabungnya empat mantan napiter ini dalam Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP).

Keempat mantan napiter tersebut yakni Mahmudi Haryono alias Yusuf dari Semarang dan Joko Triharmanto alias Jack Harun asal Solo terlibat dalam kasus kasus Bom Bali I, Chandra alias Arif asal Purworejo yang berusuran dengan hukum lantaran turut andil menyembunyikan Noordin M Top, serta Salman Al Faluthi asal Banyumas yang dahulu merupakan anak buah Santoso di Poso. Mereka tergerak hatinya untuk menjaga Indonesia dari upaya-upaya aksi terorisme.

Direktur Pemberdayaan dan Pendampingan YLP, Muhammad Inam Amin memgungkapkan yayasan ini dibentuk untuk merangkul para mantan napiter. Ditegaskannya para mantan napiter tak seluruhnya masih memegang ideologi serta doktrin mereka dahulu, masih banyak diantara mereka yang telah menyadari kesalahannya dan bisa dibina kembali.

"Secara umum mereka (empat mantan napiter) ini mengutuk keras para pelaku penyerangan teror yang belakangan ini terjadi. Mereka ingin ini semua berakhir dan Indonesia kembali damai tanpa aksi teror," jelasnya dalam deklarasikan sikap bersama menjaga stabilitas kamtibmas wilayah Yogyakarta yang diselenggarakan Direktorat Intelkam Polda DIY di kawasan Depok Sleman, Senin (21/05/2018).

Baca Juga : 

Lagi, Teroris Ditangkap di Surabaya, Melawan Pakai Pisau Lipat
Berantas Terorisme, Ini Komitmen Rusia untuk ASEAN
Perangi Terorisme, 2.500 Akun Radikal Diblokir Pemerintah

Dikatakan Inam Amin nantinya yayasan ini akan terus mengkampanyekan perdaiman dengan mengajak para mantan napiter untuk menata kehidupan dan kembali ke ideologi yang benar. Selain itu YLP juga akan menggandeng Kepolisian maupun TNI dan menyiapkan para napiter guna membantu pemerintah dalam upaya deradikalisasi.

Salah satu mantan napiter kasus Bom Bali I, Joko Triharmanto alias Jack Harun mengaku tertarik untuk bergabung dengan yayasan ini karena ingin menciptakan sebuah komunitas baru untuk membangun, khususnya perekonomian di kalangan ikhwan-ikhwan semua. "Untuk langkah ke depannya yakni akan terus ikut mengkampanyekan damai Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu Kanit 3 Subdit 4 Ditintelkam Polda DIY, Kompol Wiwik Hari Tulasmi menegaskan jajaran Polda DIY siap bersinergi dengan berbagai lembaga maupun organisasi kemasyarakatan dalam rangka program deradikalisasi. Hal itu penting guna mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban, khususnya di wilayah hukum Polda DIY.

"Kami siap bekerjasama dengan unsur apapun guna menciptakan keamanan dan ketertiban. Polri tak bisa bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dari berbagai unsur, tak terkecuali masyarakat," tegas Wiwik Hari Tulasmi. (Van)

BERITA REKOMENDASI