Sekolah UMKM Giri Sembada Resmi Ditutup

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sekolah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Giri Sembada resmi ditutup, setelah selama 2 bulan memberikan pelatihan dan pendampingan untuk UMKM yang ada di Desa Girikerto Turi Sleman. Melalui Sekolah UMKM Giri Sembada, Pemerintah Desa Girikerto memfasilitasi kegiatan untuk peningkatan SDM, pengemasan produk yang lebih baik dan pemasaran digital.

“Termasuk di dalamnya pengenalan dompet digital bagi UMKM. Bersama mitra Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY, juga ada sosialisasi penjualan dengan menggunakan sistem barcode Aplikasi QRIS,” kata Carik Girikerto Krisna Cahyana SH saat penutupan Sekolah UMKM Giri Sembada di Pasar tradisional ‘Tegal Loegoed’ Sukorejo Kalurahan Girikerto Kapanewon Turi Sleman, Senin (11/04/2021)

Sekolah UMKM ini menurutnya bertujuan untuk meningkatan sumber daya manusia agar dapat berwirausaha secara baik dan benar sehingga dapat bersaing menjual produknya di era digital ini. Sekolah UMKM Giri Sembada yang digelar sejak Maret sampai dengan April 2021 ini, merupakan kegiatan penyerapan Danais dalam rangka peningkatan kesejahteraan melalui peningkatan SDM.

Dengan menghadirkan pemateri dari Universitas Negeri Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta. Kegiatan dilaksanakan sebanyak 8 kali pertemuan. Kegiatan ini bisa terselenggara berkat dukungan dari para stakeholder dan Dinas Koperasi dan UKM DIY.

“Ada 30 UMKM yang mendapat pelatihan. Setelah pelatihan, diharapkan semakin perkembang dalam hal diversifikasi dan inovasi produk, pengemasan produk yang baik, sampai dengan pemasaran produk secara kekinian dengan kemampuan memetakan pasar,” kata Krisna.

Kasi Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Dinas Koperasi dan UKM DIY, Hana Fais Prabowo STP MSi berharap penguatan kapasitas SDM yang telah dilakukan bisa menampakkan hasil yang bisa langsung dirasakan. Materi yang sudah didapatkan bisa segera diimplementasikan di usaha, sehingga bisa berkembang, dan UMKM Girikerto bisa naik kelas.

Kedepan, dari Dinas Koperasi dan UKM DIY akan terus melakukan evaluasi dan mendampingi bagi UMKM di Girikerto melalui lini konsultasi bisnisnya, agar bisa terus melakukan pengembangan usahanya. Berbagai aspek yang perlu diperhatikan misalnya aspek foto produk, penguatan kelembagaan, atau pemasaran digital yang masih perlu ditingkatkan lagi.

Dinas Koperasi dan UKM DIY sendiri untuk menggenjot penjualan UMKM sudah melakukan banyak terobosan. Salah satunya melalui gratis ongkos kirim (ongkir) pembelian produk UMKM melalui Marketplace SiBakul Markethub.

“Subsidi ongkir yang diberikan sebesar Rp1,3 Miliar dan terbukti mampu menggerakkan dan mendorong omset UMKM. Gratis ongkir terbukti mampu meningkatkan omset UMKM sebesar 6 kali lipatnya,” kata Fais.

Kemudian, ada Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang memberikan solusi bagi kendala bisnis yang dihadapi oleh UMKM. Fais menegaskan, PR terbesar untuk UMKM adalah inovasi dan peningkatan kualitas produk, dan kemampuan jangkauan pemasaran.

Dosen Unisa Dewi Amanatun Suryani SIP MPA mengatakan, tujuan diadakannya Sekolah UMKM Giri Sembada ini adalah untuk mewujudkan wirausaha mandiri yang berdaya saing dengan memanfaatkan potensi lokal. “Di Desa Girikerto terdapat pelaku usaha yang terbagi dalam kluster kuliner, batik, kerajinan, dan tanaman serta produk kosmetik olahan susu. Namun demikian masih mengalami permasalahan dalam pemasaran,” kata Dewi.

Kegiatan Sekolah UMKM Giri Sembada dilaksanakan dalam 8 kali pertemuan dengan materi motivasi usaha, pengelolaan usaha, literasi keuangan usaha, pemasaran produk secara online, foto produk, dan pembuatan kemasan. Materi dikemas dalam bentuk bimbingan dan pelatihan praktek secara langsung.

Sementara Lurah Girikerto H Sudibya SPd berharap ekonomi masyarakat di lereng Merapi ini bisa meningkat setelah mengikuti Sekolah UMKM Giri Sembada. Sudibyo memiliki langkah ke depan untuk mengemas seluruh potensi UMKM Girikerto dalam kegiatan Merti Bumi setiap bulan Sapar (bulan dalam penanggalan Jawa). (*)

BERITA REKOMENDASI