Sektor Pariwisata Butuh Relaksasi Pajak

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pariwisata merupakan salah satu sektor yang cukup terdampak di tengah pandemi virus Korona. Sejak awal Maret 2020, wisatawan ke Yogyakarta mulai berkurang. Puncaknya, di akhir Maret hingga kini, tidak ada wisatawan yang berkunjung.

Padahal, industri wisata juga merupakan motor penggerak ekonomi di DIY. Di tahun 2019, sektor pariwisata melalui konsumsi wisatawan Nusantara dan mancanegara mampu menyumbang sekitar Rp 20 triliun atau 14,1 persen dari Product Domestic Regional Bruto (PDRB).

Dalam diskusi terbatas BI DIY, ISEI DIY dan Dinas Pariwisata DIY berjudul ‘Sektor Pariwisata DIY Terkini: Dampak Covid-19, Strategi Bertahan dan Pemulihan’, Jumat (8/5), sebagian besar pelaku wisata mendesak pemerintah untuk membantu memberikan relaksasi kepada mereka.

Baik berupa keringanan pajak, pembayaran listrik serta angsuran. Sebab, mereka tak memiliki pemasukan semenjak Indonesia mengumumkan kasus pertama virus Korona di Jakarta. “Untuk bulan Juni, sudah 100 persen wisatawan membatalkan semua tiket perjalanan ke Yogyakarta. Sementara, di bulan Juli masih 50 persen, kami akan melihat bagaimana perkembangannya,” papar Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY, Udhi Sudiyanto.

BERITA REKOMENDASI