Selama PTKM Cegah Penularan Covid-19 Jadi Zone Oranye

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Selama pelaksanaan Pengetatan Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) di Kapanewon Moyudan berhasil menekan angka penularan Covid-19, bahkan mampu menjadikan zone oranye yang sebelumnya masuk wilayah zone merah.

“Meski masih ada beberapa pelanggaran seperti lupa mengenakan masker ketika melakukan aktivitas di luar, atau tidak mengganti masker yang sudah rusak. Namun secara keseluruhan pelaksanaan PTKM, berjalan dengan baik,” ungkap Danramil 15 Moyudan Kapten ARH Sukoharjana selaku Gugus Covid-19 Kapanewon Moyudan ketika pengamanan pasar Jomblang, Gamplong, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman, Rabu (03/02/2021) lalu.

Pantauan PTKM dilakukan di beberapa pasar desa yakni Jomblang, Pendulan, Ngijon, Krempyeng, Studio Alam, kantor pemerintah dan tempat ibadah serta fasilitas umum lainnya. Menurut Sukoharjana, gugus Covid-19 Kapanewon Moyudan tidak henti-hentinya memantau pelaksanaan PTKM, siang dan malam baik warung-warung, toko, penjual angkringan, baik teguran maupun tindakan.

Juga beberapa masyarakat yang punya hajad mantu atau pernikahan, sejak awal sampai hari H petugas gugus Covid-19 berada di tempat. Ada 7 tempat masyarakat yang punya hajad, semuanya terpantau dan melakukan prokes dengan ketat.

“Kami belum sampai memberikan sanksi kepada pelanggar, kalaupun ada berupa teguran dan tindakan persuasif,” tutur Sukoharjana didampingi Bambang N dari Satpol PP.

Di pasar Jomblang, Gamplong petugas juga membagikan masker kepada pedagang dan pengunjung. Jumlah pedagang pasar ada 60 orang berasal dari 4 kabupaten, Sleman, Kulonprogo, Bantul dan Ngluwar, Magelang. Sedangkan pengunjung, karena pasar Jomblang berdampingan tempat wisata Gamplong Studio Alam maka banyak dari berbagai penjuru. Selain DIY, ada beberapa dari luar kota seperti, Solo, Bandung, Jakarta, Semarang, Purwokerto seperti terlihat dari plat kendaraannya. (Top)

BERITA REKOMENDASI