Selama Ramadan, Operasi Miras dan Narkoba Terus Digencarkan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Polda DIY dalam hal ini Ditresnarkoba terus menggencarkan operasi minuman keras (miras) dalam rangka cipta kondisi. Tak hanya miras, keberadaan barang haram narkoba dan obat keras juga menjadi target.

Wadiresnarkoba Polda DIY AKBP Bakti Andriyono mengatakan, operasi cipta kondisi digelar agar Ramadan dan Lebaran berjalan aman tanpa gangguan. “Selama Ramadan, akan kita intensifkan razia miras dan narkoba. Kami berharap, masyarakat yang mengetahui adanya barang terlarang itu bisa memberikan informasi kepada polisi setempat,” ujar Bakti dikonfirmasi, Jumat (1/4).

Operasi serentak, dilakukan mulai tingkat Polsek, Polres, Polsekta hingga Polda ke lokasi-lokasi yang diduga menjadi peredaran narkoba maupun miras. Salah satu yang berhasil diungkap yakni produksi miras oplosan berbahan dasar buah nanas dan alkohol di daerah Lendah, Kulonprogo (bukan Nanggulan, Kulonprogo seperti diberitakan KR edisi Jumat 1 April 2022). Berita ini, sekaligus ralat terkait kesalahan penulisan KR terkait TKP miras oplosan dengan tersangka SA.

Wadiresnarkoba mengatakan, kasus miras oplosan dengan tersangka SA, saat ini ditangani Satreskoba Polres Kulonprogo. Penyidik terus mengembangkan kasus itu untuk memastikan apakah ada orang lain yang terlibat dalam produksi oplosan dengan tersangka SA. “Omzet tersangka SA dari produksi oplosan itu sehari bisa mencapai Rp 450 ribu. Keuntungan yang menggiurkan, membuat tersangka nekat menjalani bisnis haramnya,” pungkas Bakti Andriyono.

Ditemui beberapa waktu sebelumnya, Dirresnarkoba Polda DIY Kombes Pol Bayu Adhi Joyokusumo SIK mengatakan, pil koplo dan ganja merupakan jenis narkoba yang paling banyak disalahgunakan di DIY. Salah satu penyebabnya, karena kedua barang haram itu bisa didapatkan dengan harga yang relatif terjangkau.

“Untuk jenis pil koplo, hampir tiap hari kita ungkap. Pil koplo memang paling banyak disalahgunakan, kemudian ganja dan disusul miras,” tandasnya.(Ayu)

BERITA REKOMENDASI