Selingkuhan Aniaya Balita Hingga Tewas Karena Sering Ngompol

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kasus tewasnya balita AF (4,5) warga Sleman memasuki babak baru. Pria yang diduga sebagai pelaku penganiayaan, JRT (26) warga Caturharjo Sleman ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di mapolres setempat. Penyidik menjerat pria yang merupakan selingkuhan dari ibu korban ini, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah SIK, Selasa (11/08/2020) mengatakan, pelaku sudah ditahan dan dijerat Pasal 80 ayat 3 Undang-undang Perlindungan Anak junto Pasal 351 ayat 3 KUHP ancaman maksimal 15 tahun. Ternyata, motif kasus yang menimpa anak kedua dari AM (25) warga Sleman itu karena persoalan sepele.

“Korban ini kan masih balita, jadi kadang masih suka ngompol dan buang air besar sembarangan. Hal itu membuat pelaku risih atau marah, kemudian melampiaskannya ke korban,” ungkap Deni.

Penganiayaan oleh tersangka menurut Kasat, lebih dominan dilakukan dengan tangan kosong yakni dengan cara dipukul, dicubit dan dijewer. Perbuatan itu, dilakukan di saat ibu korban sedang tidak di rumah.

Sedangkan untuk mengkamuflase perbuatannya, tersangka selalu memakaikan pakaian dan celana panjang kepada korban. Terkait apakah kakak korban yang juga tinggal satu rumah kontrakan di Dusun Minggir 3 mengetahui perbuatan tersangka, Kasat mengatakan anak pertama dari AM itu belum diperiksa.

Apalagi, anak tersebut masih berusia 7 tahun lebih, sehingga masih butuh pendampingan baik dari ibu kandung atau keluarga dekatnya. Penyidik juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menangani persoalan itu. “Pendekatan ke anak itu kan harus pelan, karena anak ini sedikit banyak merasa tertekan atau sedih karena mereka tinggal dalam satu rumah dengan korban,” urainya.

Terkait luka yang diderita korban, Kasat mengatakan masih menunggu hasil otopsi dari RS Bhayangkara Polda DIY. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan rekonstruksi kasus itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, AF dinyatakan meninggal Minggu (09/08/2020) dini hari di Puskesmas Minggir dengan banyak luka ditubuhnya. Kasus itu akhirnya dilaporkan oleh ayah kandung korban sekaligus suami dari AM, yang tidak terima setelah melihat banyak luka di tubuh anaknya. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI