Selokan Mataram Terdampak Pembangunan Tol

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Selokan Mataram menjadi salah satu area yang terdampak pembangunan jalan tol YogyaSolo dan jalan tol Yogya-Bawen. Agar tidak mengganggu fungsi Selokan Mataram, tim pembangunan jalan tol akan bertemu dengan sejumlah instansi lainnya seperti Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) , Dinas Perhubungan dan stakeholder terkait lainnya.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (PTR) DIY Krido Suprayitno menerangkan, sejumlah instansi terkait akan diajak berkoordinasi dalam konsolidasi antarinstansi. Pertemuan tersebut akan dilakukan awal Maret mendatang.

“Begitu masuk jembatan simpang susun Purwomartani, di situ mulai masuk di wilayah Selokan Mataram. BBWSSO akan kami ajak berkoordinasi saat konsultasi publik,” ujar Krido saat dikonfirmasi.

Krido mengungkapkan, konsolidasi antarinstansi ini dilakukan awal Maret karena bersamaan dengan konstruksi dimulainya konsultasi publik paralel dengan sosialisasi yang belum selesai. Selain BBWSSO, ada Dinas Perhubungan, PDAM dan semua stakeholder terkait akan diajak berkonsolidasi.

“Pembangunan jalan tol tidak akan mengganggu fungsi Selokan Mataram. Bahkan keberadaan Selokan Mataram yang dibangun pada era Hamengku Buwono IX tersebut akan menjadi ikon sejarah DIY. Fungsi Selokan Mataram tidak akan berubah. Justru akan jadi ikon DIY yang memiliki nilai sejarah,” tandas Krido.

Sementara itu Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan BBWSSO, Sahril membenarkan jika ada saluran Selokan Mataram yang terkena pembangunan jalan tol. Meski terkena pembangunan jalan tol, fungsi irigasi tetap dipertahankan, tidak boleh diubah. Meski terkena saluran irigasi, akan ada tindakan teknis yang harus diambil dalam pembangunan tersebut.

“Untuk titiknya dimana saja kami belum tahu karena belum ada informasi resmi termasuk desain pembangunan jalan tol,” ungkap Sahril.

Sahril menegaskan, fungsi irigasi harus dipertahankan karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Sehingga kepentingan masyarakat banyak jangan sampai dikalahkan dengan pembangunan jalan tol. “Dimesi ukuran yang ada sekarang tentunya harus dipertahankan,” tandasnya. (Aha)

BERITA REKOMENDASI