Semua Jenjang Sekolah Diperbolehkan Melakukan Tatap Muka

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sebagian besar sekolah di Kabupaten Sleman menyatakan siap melakukan sekolah tatap muka tahun depan. Namun demikian Dinas Pendidikan Sleman menegaskan jika daftar periksa (ceklist) kesiapan sekolah harus komplit termasuk izin dari para orangtua.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana menerangkan, terkait sekolah tatap muka, pihaknya sudah diinstruksikan Bupati untuk pada semester genap, Januari mendatang akan membuka pembelajaran tatap muka. Menurut Ery, sekolah diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka dengan catatan daftar periksa (ceklist) kesiapan sekolah harus dipenuhi.

“Jadi enam daftar periksa itu harus betul-betul komplit. Sekolah-sekolah harus mempersiapkan secara cermat, pemenuhan protokol kesehatan hingga SOP pelaksanaan. Kemudian sekolah-sekolah harus membuat simulasi pembelajaran tatap muka. Kami juga sudah perintahkan sekolah-sekolah untuk membuat simulasi itu,” terang Ery, Senin (23/11/2020).

Menurut Ery, saat sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka tidak perlu mengajukan surat rekomendasi ke Disdik. Semua syarat, lanjut Ery, harus terpenuhi. Seperti izin dari orangtua hingga kesiapan dari sekolah itu sendiri.

Pelaksanaan tatap muka ini belum bisa benar-benar seperti dulu. Beberapa hal yang diterapkan dalam pembelajaran tatap muka mendatang yaknj protokol kesehatan dipenuhi secara ketat. Tatap muka dilakukan secara hati-hati dan terbatas karena siswa hanya dua hari ke sekolah dengan waktu yang terbatas.

“Maksimal hanya 50 persen yang masuk dalam kelas. Diusabakan oroses kedatangan dan kepulangan siswa tidak terjadi kerumunan, sekolah harus mengatur. Termasuk proses penjemputan dari orangtua, jangan bergerombol,” ungkap Ery.

Ery menambahkan, semua jenjang sekolah diperbolehkan melakukan tatap muka. Rata-rata di jenjang SMP sudah banyak yang membuat video simulasi pembelajaran tatap muka di masa pandemi. Sehingga orangtua dan siswa bisa memahaminya.

“Yang SD juga kami dorong untuk membuat simulasi pembelajaran. Untuk kegiatan tatap muka ini untuk pembelajaran di kelas. Kalau yang KKO dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya belum diperbolehkan,” tegas Ery.

Ery mengungkapkan, setelah pelaksanaan pembelajaran tatap muka mulai dilaksanakan, secara berkala pihaknya akan melakukan evaluasi. Jika hasilnya bagus, akan ditingkatkan atau porsi pembelajaran ditambah.

“Kemungkinan minggu kedua Januari sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka. Minggu pertama agar digunakan sekolah mempersiapkan diri menyambut para siswa,” tutup Ery.(Aha)

BERITA REKOMENDASI