Sepasang Kekasih Kompak Satroni Rumah Kos

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sepasang kekasih, S (38) warga Magelang dan PR (32) warga Sleman diamankan Polsek Ngemplak karena mencuri. Nekatnya, mereka melakukan perbuatan pidana di tempat kos yang dijaga oleh bapak dari tersangka PR. Dengan mudah, keduanya masuk ke dalam kos yang berada di wilayah Jetis Wedomartani Ngemplak Sleman karena sebelumnya PR mencuri kunci pintu gudang yang disimpan oleh bapaknya.

Kapolsek Ngemplak Kompol Haritulasmi menjelaskan, ada sejumlah barang yang diambil oleh keduanya. Antara lain, dua unit sepeda motor, belasan ban mobil dan TV.

“Pencurian dilakukan bertahap atau sebanyak 5 kali, mulai tanggal 6 sampai 19 Agustus 2020. Total kerugian yang ditanggung pemilik kos sekitar Rp 35 juta,” ungkap Kapolsek, Selasa (01/09/2020).

Dikatakan, rangkaian pencurian itu baru diketahui Sabtu (22/08/2020) sekitar pukul 11.00 WIB, saat penjaga kos bermaksud mengambil barang berupa kerpos genteng. Karena kunci rumah kos milik Tondy itu hilang, maka penjaga kos Basuki, masuk dengan memanjat melalui atap.

Namun setelah sampai di dalam kos, saksi baru tahu jika beberapa barang di dalam gudang sudah hilang, selain itu barang di dalam kamar kos juga raib. Selanjutnya penjaga kos menghubungi pemilik kos dan melapor ke Polsek Ngemplak.

Setelah mendapatkan laporan, petugas langsung melakukan olah TKP. Hasilnya, petugas mencurigai adanya iklan barang-barang di media sosial dan setelah dikonfirmasi, korban membenarkan barang itu miliknya yang hilang. Pelaku S akhirnya ditangkap di daerah Magelang Jawa Tengah kemudian hasil pengembangan polisi mengamankan PR.

“Pelaku perempuan yakni PR, merupakan anak dari penjaga kos dan mengaku mengambil kunci yan disimpan bapaknya untuk membuka gudang. Keduanya merupakan sepasang kekasih, bahkan mereka mengaku telah menikah secara siri. Ide pencurian ini diotaki oleh PR yang kini ditahan di Mapolres Sleman. Tersangka laki-laki tahunya itu rumah kekasihnya sehingga tidak curiga dan menuruti PR saat diminta membawa barang-barang itu menggunakan pikup,” ungkapnya.

Kapolsek menambahkan, sejumlah barang bukti kejahatan sudah dijual oleh kedua pelaku melalui media sosial. “Sebagian berhasil kami sita, namun sebagian masih dalam pencarian karena sudah dijual oleh pelaku,” pungkasnya. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI