Sepi Pembeli, Penjual Angkringan Jual Trihexyphenidyil

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dagangan sepi pembeli, seorang penjual angkringan banting setir merangkap jadi penjual trihexyphenidyil atau trihex. Pelaku My (52) warga Kalasan Sleman, menyasar sejumlah sopir truk yang mampir ke angkringannya. Tersangka mengaku nekat berjualan obat keras untuk mencukupi kebutuhan hidup.

“Selama pandemi Corona dagangan angkringan sepi, padahal saya single parent dan butuh uang untuk mencukupi kebutuhan hidup,” ucap tersangka yang dihadirkan polisi saat rilis sejumlah kasus di Mapolda DIY, Rabu (29/06/2021).

Tersangka MY mengakui, selama dua pekan, ia mampu menjual satu box trihexyphenidyil sebanyak 100 butir. Setiap satu box, tersangka mengakui mendapatkan untung Rp 130.000.

Direktur Reserse Narkoba Polda DIY Kombes Pol Ary Satriyan SIK menjelaskan, My ditangkap dengan barang bukti 400 butir pil trihexyphenidyl. Ia mendapatkan obat terlarang itu dari saudaranya, ID (33) warga Kalasan Sleman.

“Antara ID dengan MY ini masih ada hubungan keluarga, keduanya sepupuan. Selain MY, tersangka ID juga sudah kami amankan dan ditahan,” ujar Kombes Ary didampingi Kasubdit Penmas AKBP Verena SW.

Dalam keterangannya, lanjut Ary, tersangka MY sudah dua kali mengambil pil trihexyphenidyl dari ID. Tiap 10 butir, ID menjual seharga Rp 35.000, yang uangnya bisa dibayarkan jika barang sudah terjual. Saat ditangkap, petugas menyita 11.817 butir trihexyphenidyil dari tangan tersangka ID.

Sedangkan ID, mendapatkan barang terlarang itu dari seseorang berinisial P yang kini masih dalam pencarian. Dari P, tersangka ID membeli 10 botol trihex seharga Rp 10,8 juta.

“Selain menjual kepada MY, tersangka ID juga menjual kepada orang lain. Barang bukti yang kami sita sebagian sudah terjual,” pungkasnya. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI