September Puncak Kemarau, Permintaan Droping Air Belum Ada

SLEMAN, KRJOGJA.com – Bulan September diprediksi merupakan puncak musim kemarau tahun 2020. Selama musim kemarau, sejauh ini belum ada permintaan droping air bersih dari wilayah Prambanan maupun kecamatan lainnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan STp MT menjelaskan, kemungkinan awal Oktober 2020 nanti sudah mulai turun hujan sehingga bulan ini diprediksi menjadi puncak musim kemarau. Hal yang perlu diwaspadai masyarakat adalah masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan. “Masyarakat perlu waspada saat pancaroba. Biasanya terjadi angin kencang yang berpotensi menumbangkan pohon-pohon,” jelasnya, Selasa (15/9/2020).

Menurutnya, selama musim kemarau BPBD Kabupaten Sleman menyiapkan 300 tangki air bersih. Namun sejauh ini, belum ada wilayah yang kekeringan yang mengajukan permintaan droping air bersih, baik di Kecamatan Prambanan maupun kecamatan lainnya. “Jadi tersediaan anggaran 300 tangki air bersih untuk droping masih tersedia. Padahal biasanya beberapa wilayah ada yang mengajukan droping air,” tuturnya.

Dikatakan, untuk masyarakat Prambanan ini sudah terpenuhi dari sumber mata air di Pendekan Berbah. Dengan adanya sumber mata air itu, masyarakat tidak mengajukan permintaan droping air bersih. “Sumber mata air itu sudah bisa mensuplai kebutuhan air bersih di Prambanan. Untuk saat ini, masih belum perlu adanya droping air,” pungkasnya.(Sni)

BERITA REKOMENDASI