Seribuan Jemaat GPdI di Yogyakarta Tak Bisa Beribadah karena Gereja Disegel, Begini Ceritanya

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Seribuan jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di wilayah Yogyakarta tak lagi bisa beribadah sejak 14 Juni 2020 lalu. Penyebabnya, gereja di Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Diponegoro disegel oleh pengurus lama yang tak senang dengan pergantian kepengurusan gereja.

Pendeta Samuel Tandiassa, Ketua Majelis Daerah GPdI DIY, mengatakan ada sekelompok orang dari kepengurusan lama yang tak suka dengan adanya pergantian pendeta dan majelis di gereja. Alhasil, gereja yang seharusnya jelas haknya atasnama GPdI disegel, tak boleh digunakan oleh para jemaat.

“Awalnya ini, ada pergantian gembala (pendeta) dari Majelis GPdI pusat karena ibu pendeta yang berusia 88 tahun yakni Pendeta Lianawati sudah pikun tidak bisa melayani jemaat dan disetujui oleh pusat pada Januari 2020. Mandat pergantian sudah ada, ditunjuk pendeta baru yakni Pendeta Raden James Prayitno Tjahjono yang merupakan cucu pendiri Gereja GPdI Hayam Wuruk dan Diponegoro almarhum Pendeta Raden Gideon Soetrisno,” ungkapnya ketika berbincang dengan wartawan, Jumat (13/11/2020) petang di kawasan Wedomartani Ngemplak Sleman.

Dari situ menurut Samuel, ternyata muncul ketidakpuasan dari majelis lama yang membantu Pendeta Lianawati. Mereka lantas menyegel gereja, menguasai dokumen dan sertifikat penting serta aset bergerak yang dimiliki organisasi GPdI DIY.

“Nah, kelompok ini malah kemudian keluar dari sinode GPdI namun melakukan penyegelan dan menguasai sertifikat serta aset. Padahal ini milik organisasi GPdI, jelas dalam sertifikat dan keputusan Gubernur tahum 1981 yang ditandatangani Sri Sultan HB IX. Kan diluar nalar, seharusnya kalau sudah selesai dan keluar, ya sudah. Tapi ini malah menyegel gereja dan malah membuat yayasan bernama Yayasan Sabda Asih Persada dengan tujuan ingin menguasai aset gereja. Ini sekarang semua aset seperti alat musik, proyektor, sound, mimbar dan semua hal dikuasai, gereja digembok dan dikosongkan,” imbuh dia.

BERITA REKOMENDASI