Sertifikasi Seniman Bukan Hal Mudah Dilakukan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Polemik seputar sertifikasi seniman ternyata masih hangat untuk dinikmati. Pro-kontra yang mengiringi wacana tersebut bukan semata untuk mendukung dan menentang, melainkan sebuah harapan agar niatan untuk mengangkat derajat dan kesejahteraan seniman dapat sesuai keinginan.

"Untuk melakukan sertifikasi seniman memang tidak mudah. Termasuk yang berhak menentukan, siapa di posisi apa atau siapa di kriteria apa?" ucap seniman tenar Didik Nini Thowok kepada KRjogja.com, Rabu (17/08/2016).

Menurut seniman yang kerap tampil di luar negeri tersebut, sertifikasi merupakan upaya yang sangat baik untuk memberikan status dan penghargaan pada seniman. Namun begitu, cara menentukannya masih sulit untuk dilakukan sehingga butuh formulasi yang tepat. Butuh klasifikasi dan kriteria yang jelas terlebih dulu sebagai dasar melakukan sertifikasi tersebut.

"Masih sulit direalisasikan ketika tujuannya hanya ijazah. Seperti saya secara akademis ya S1. Tapi dalam perjalanan, saya banyak melakukan penelitian dengan turun langsung ke lapangan di berbagai tempat termasuk membuat dikumentasi kesenian langka yang hampir punah. Saya banyak memperoleh ilmu dan pengalaman, tapi untuk titel atau gelar tidak bertambah. Jika hal itu akan disertifikasi mungkin saya juga tidak tahu akan ada di tingkat apa," ucap Didik.

Pasalnya menurut Didik, dirinya belum pernah sekalipun ditanya perihal sertifikasi kesenimanannya ketika tampil di luar negeri. Sebab biasanya mereka yang mengundang sudah terlebih dahulu mengetahui kapasitas dan kualitas yang akan diundang.

Sedang dalam kesempatan lain, satu-satunya profesor wayang Indonesia, Prof Dr Kasidi Hadiprayitno MHum mengatakan sertifikasi penting khususnya bagi pelaku dunia pedalangan. Hal tersebut berdasar pada pengalamannya yang sempat ditanya mengenai sertifikasi kesenimanannya dalam bidang pedalangan saat berada dalam sebuah event di mancanegara.

"Saya mendukung ada sertifikasi di dunia pedalangan sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan. Hal itu juga akan menjadi bekal ketika tampil di luar negeri. Tapi bagi sosok yang memang memiliki kapasitas di bidangnya, teruji dan terbukti, tentu sertifikasi dalam bentuk ijazah bukan suatu keharusan," ungkapnya. (M-5)

BERITA REKOMENDASI