Setahun Tutup Karena Pandemi, Museum TNI AU Dirgantara Mandala Dibuka Kembali

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Setelah sempat ditutup karena pandemi Covid-19, Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala dibuka kembali. Tempat yang dikenal dengan sebutan Museum Pesawat Terbang tersebut kembali menerima kunjungan wisatawan terhitung mulai hari ini, Kamis (27/05/2021).

Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Kamuspusdirla), Kolonel Sus Yuto Nugroho mengatakan petupan museum dahulu dilakukan atas perintah dan arahan pimpinan. Hampir setahun museum ini berhenti menerima kunjunagn wisatawan maupun aktivitas kunjungan lainnya.

“Pertimbangan dari pimpinan karena faktor pandemi. Jika museum tetap dibuka maka saat itu bisa berpotensi menimbulkan kerumunan warga sehingga terjadi penyebaran virus Covid-19,” ungkap Yuto Nugrohodi ruang kerjanya.

Ia mengungkapkan, walau hampir setahun tutup namun perawatan terhadap museum maupun benda-benda di dalamnya tetap dilakukan. Benda-benda koleksi seperti beragam senjata, peralatan militer, seragam TNI AU hingga koleksi pesawat yang sarat dengan sejarah bangsa ini tetap terjaga dengan baik.

Yuto Nugrono menambahkan setelah kondisi memungkinkan seperti saat ini akhirnya Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala diputuskan untuk dibuka kembali. Masyarakat kini dapat mengunjungi tempat ini namun dengan persyaratan yang cukup ketat.

Wisatawan yang berkunjung wajib melakukan tes GeNose terlebih dahulu sebelum memasuki area museum. Jika hasilnya diketahui positif Covid-19 maka pengunjung dilarang untuk memasuki museum dan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Tiket masuk ke museum sebesar Rp 30.000. Itu sudah termasuk untuk biasa pelaksanaan tes GeNose di lokasi ini,” imbuh Kamuspusdirla.

Selama di museum pengunjung juga diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes). Pada pintu masuk pengunjung bakal diukur suhu tubuhnya dengan thermogun, diwajibkan mencuci tangan dan selalu memakai masker. “Bagi pengunjung yang berada di dalam juga dibatasi, sehingga tidak terjadi penumpukan maupun kerumunan pengunjung di museum,” tegasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI