Siapkan 10 Pos Penyekatan, Polda DIY Waspadai Travel Gelap

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRjogja.com – Polda DIY akan melakukan penyekatan berlapis mengantisipasi kedatangan pemudik. Sebanyak 10 titik penyekatan, disiagakan di lokasi-lokasi yang dianggap rawan digunakan sebagai akses jalan oleh para pemudik.

Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Iwan Saktiadi SIK menjelaskan, 10 titik penyekatan terdiri dari 4 titik krusial yang berlokasi di perbatasan wilayah DIY dan Jateng yakni Prambanan, Kulonprogo, Gunungkidul dan Tempel.
Sedangkan 6 titik lainnya berada di dalam wilayah kota/kabupaten untuk mengantisipasi pemudik yang lolos dari penyekatan di perbatasan. Keenam titik itu, satu titik di Wirobrajan, dua titik di dalam Kota Yogya, Kulonprogo bagian dalam dua titik penyekatan dan satu titik penyekatan di perbatasan Bantul-Kulonprogo.

“Penyekatan bisa dibilang berlapis, artinya kita menutup semua alternatif jalan atau menutup kemungkinan semua akses jalan yang diperkirakan digunakan masyarakat yang akan mudik ke Yogya,” ungkap Dirlantas usai mendampingi Kakorlantas Polri, Irjen Pol Drs Istiono MH mengecek lokasi penyekatan di Pos Prambanan, Rabu (28/4).

Polisi juga mengantisipasi adanya travel gelap atau kendaraan yang digunakan untuk mengangkut pemudik dengan berbagai modusnya. Jika menemukan, tindakan tegas akan diberikan berupa tilang dan pemudik diminta putar balik sedangkan kendaraan akan ditahan dan baru bisa diambil setelah mudik Lebaran selesai. Dirlantas mengatakan, penyekatan akan dilakukan menyesuaikan ketentuan pengendalian perjalanan, yakni mulai H-14 hingga H+7 Lebaran.
Kegiatan akan dilakukan selektif, melihat kondisi di lapangan, termasuk pemeriksaan juga dilakukan secara random
terhadap kendaraan berpelat luar DIY atau non AB. “Kegiatan ini akan selektif, tidak kita gelar setiap saat dan random terhadap kendaraan yang kita tengarai digunakan dari luar kota untuk masuk Yogya,” tandas Iwan Saktiadi.

Dirlantas menambahkan, pihaknya menyediakan 1.000 rapid antigen gratis yang disiapkan bagi masyarakat yang nekat mudik. Dalam kesempatan kemarin, petugas juga melakukan simulasi penyekatan pemudik. Sejumlah kendaraan baik roda empat maupun dua dengan plat nopol luar kota, dihentikan petugas. Mereka ditanya tujuan dan diminta memperlihatkan surat keterangan bebas Covid-19. Petugas juga melakukan rapid antigen bagi masyarakat yang tidak bisa menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19. “Jika nanti saat penyekatan ditemukan pemudik yang reaktif atau positif Covid-19, kita akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 untuk dilakukan tindakan sesuai protokol kesehatan,” pungkasnya.

BERITA REKOMENDASI