Siapkan Milenial Jadi Pemimpin, Golkar DIY Bentuk Akademi Politik-Ekonomi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) DIY menggelar workshop kaderisasi, Minggu (19/1/2020). Dalam agenda sehari tersebut dibahas berbagai langkah strategis anak-anak muda Golkar diantaranya pembentukan Akademi Politik-Ekonomi yang akan dimulai Februari nanti. 

Gandung Pardiman, Anggota DPR RI Daerah Pilih DIY dari Partai Golkar mengungkap pihaknya memang menaruh perhatian pada anak-anak muda milenial. Pasalnya, menurut Gandung, mereka yang nantinya akan menjadi penerus tampuk kemepimpinan di DIY dan Indonesia sehingga harus memiliki kompetensi. 

“Karena itu kami inisiasi pembentukan Akademi Politik dan Ekonomi Golkar DIY. Harapannya segera terbentuk dan mudah-mudahan Februari ini, karena kami ingin persiapkan kader untuk menguasai DPRD Kabupaten/Kota dan DIY. Lima tahun kedepan anak-anak muda ini bisa tampil menjadi pemimpin,” ungkap Gandung usai membuka workshop. 

Generasi baby boomers menurut Gandung tak seharusnya lagi berebut tempat dengan anak-anak muda milenial. Justru sebaliknya, Gandung meminta rekan-rekan seangkatannya untuk membantu mempersiapkan generasi milenial untuk menjadi calon pemimpin. 

“Bagi yang baby boomers seperti saya ini, tak boleh merasa tersaingi tapi malah justru nyengkuyung dan membantu mempersiapkan generasi depan yang luar biasa untuk Indonesia kedepan. Jangan sampai seperti Gadjah Mada yang egois tak mau disaingi orang di bawahnya. Siapa yang berbeda pandangan dilibas, akibatnya Majapahit benar-benar hilang tinggal cerita saja. Kami tak ingin jadi seperti itu, pemimpin yang egois. Pemimpin baik adalah siap mendengarkan apa yang disampaikan orang lain,” tegas Gandung. 

Sementara Syarif Guska Laksana, Ketua AMPG DIY mengungkap dalam workshop dibahas pula terkait klithih yang menjadi perhatian seluruh pihak di DIY saat ini. AMPG ingin membantu mengurai permasalahan tersebut dengan langkah nyata turun ke bawah menyentuh anak-anak muda memberikan kegiatan positif. 

“ Kami dari AMPG coba tawarkan solusi yang punya arah pendidikan, persuasi juga kita ajak ke kegiatan positif karena kami yakin mereka yang klithih itu mencari eksistensi. Mereka masih labil dan harus ada pendekatan serta pendampingan terus menerus. AMPG akan ikut melakukan kajian dan turun ke bawah untuk ikut melakukan upaya mengurai permasalahan ini,” tandas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI