Sidak Gas Melon, Pertamina Ingatkan Usaha Non Mikro Beralih Ke LPG Non Subsidi

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pertamina kembali mengimbau usaha non mikro untuk menggunakan LPG non subsidi dalam inspeksi mendadak (sidak) LPG subsidi 3 Kg di beberapa tempat usaha di wilayah Kabupaten Sleman pada 5 hingga 6 Juli 2022. Dari hasil sidak selama dua hari tersebut, tim sidak mengunjungi 25 lokasi restoran dan rumah makan di sepanjang jalan kaliurang dan di wilayah barat di sepanjang jalan godean.

Dari 25 lokasi tersebut terdapat 13 lokasi yang masih menggunakan LPG 3 Kg dengan rata-rata kepemilikan 7 hingga 15 tabung gas melon per rumah makan. Jumlah tersebut cukup menguras kuota kabupaten yang kuotanya diperuntukkan bagi rumah tangga tidak mampu dan usaha mikro di wilayah Kabupaten Sleman.

Sidak ini diselenggarakan tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Sleman, Dinas Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kabupaten Sleman, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Polrestabes Sleman, Dewan Pengurus Cabang Hiswana Sleman dan Satpol PP Sleman

“Dalam sidak tersebut, kami langsung melakukan penukaran tabung LPG dari setiap dua tabung ukuran 3 kg yang bersubsidi ditukar dengan satu tabung ukuran 5,5 kg non subsidi yaitu bright gas. Tercatat dengan adanya sidak hari ini, Pemerintah bersama Pertamina dapat menyelamatkan kuota subsidi bagi rumah tangga tidak mampu dan usaha mikro sebanyak 146 tabung LPG 3 kg,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Brasto Galih Nugroho, Kamis (7/7).

Brasto menyampaikan sesuai Peraturan Presiden No. 104 tahun 2007 dan Peraturan Menteri ESDM no.26 tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian LPG 3 Kg, usaha yang diperbolehkan menggunakan LPG 3 Kg bersubsidi hanya usaha mikro, bukan untuk usaha kecil, menengah dan besar. Klasifikasi masyarakat atau usaha yang berhak menggunakan LPG 3 kg sudah jelas dituangkan dalam peraturan-peraturan tersebut.

“Pertamina bersama pemerintah daerah terus menghimbau masyarakat untuk menggunakan LPG bersubsidi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, bila memang merasa mampu atau tidak miskin maka jangan menggunakan LPG 3 kg yang merupakan hak saudara kita yang kurang mampu”, ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI