Siklus 4 Tahunan, 49 Warga Sleman Kena DBD

SLEMAN, KRJOGJA.com – Hingga akhir Januari 2019, sebanyak 49 warga dari berbagai wilayah di Sleman, terkena Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus tertinggi ditemukan di Kecamatan Depok dengan 12 orang, disusul Kecamatan Ngaglik dengan tujuh kasus.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Upaya pencegahan munculnya DBD dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Langkah tersebut dapat mencegah perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk secara efektif, dibandingkan hanya membunuh nyamuk dewasa melalui foging. 

Sebagai bentuk upaya pencegahan, Dinkes Sleman sudah mengirimkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh Puskesmas agar mewaspadai terhadap DB dan leptospirosis. Pasalnya saat ini sudah masuk musim penghujan dan dimungkinkan akan muncul beberapa jenis penyakit.

"Selain DB dan Leptospirosis, masyarakat juga harus waspada terhadap diare dan batuk pilek. Sedangkan upaya pencegahan paling efektif melalui PSN," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman dr Novita Kresnaini, Jumat (1/2).

Novita menjelaskan kewaspadaan harus ditingkatkan karena 2019 ini masuk siklus empat tahunan DB. Dimana kasus DBD tidak menutup kemungkinan akan ada kenaikan kasus. Jika dihitung mundur empat tahun lalu atau 2016, kasus DBD mencapai 880 dan sembilan orang meninggal dunia. Sedangkan 2018 kemarin, ada 427 kasus DBD
dengan tiga meninggal dunia. Sedangkan leptospirosis ada 32 kasus, tiga diantaranya meninggal dunia. (Awh)

 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI