Sinergi Usaha Nusantara, Fokus Perhatikan UMKM

Editor: Ivan Aditya

KOMUNITAS Sinergi Usaha Nusantara (SUN) yang jika ‘di-Inggriskan’ memiliki arti matahari, berdiri awal September 2020 lalu, beranggotakan kurang lebih 212 orang pelaku Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM), Di antaranya pengolahan kacang mete, salak, pukis, kripik, peyek dan empek-empek atau bisa digolongkan jenis usaha aneka minuman, makanan, fashion dan kerajinan. Komunitas yang beralamatkan di Dusun Karangsari RT 06/RW 31, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman.

“Anggota kami 99 % pelaku usaha rumahan atau UMKM dengan wilayah DIY, yang masih perlu pembinaan di bidang apa saja,” ujar Ketua SUN, Dyahdy Kusumandari di Gamping, Sleman.

Menurut Dyahdy Kusumandari, SUN terbentuk karena keprihatinan adanya pandemi Covid-19 yang membuat semua dunia usaha lumpuh, menghentikan prosuksinya, bahkan ada yang gulung tikar atau mati usahanya. Beberapa orang yang peduli pada UMKM dan pelaku usaha, di antaranya Edy Teh Siji, Atik audit BPK sekaligus owner Neta’s kripik kulit ikan salmon, Khoirul Muthmaina shafira hijab, Kusmiaji produsen hand sanitizer, Denita owner brownies salak Kanya, Tridarwati dan Rita warung Jebles.

Nama SUN punya makna filosofi, sesuai dengan niat dasar melandasi komunitas, yakni matahari diciptakan oleh Allah, semesta alam sebagai pusat tata surya, selalu bersinar baik di malam hari pun. Sinar yang dipancarkan banyak memberi manfaat bagi seluruh makhluk di muka bumi, meski begitu matahari tidak egois, ia tetap memberikan kesempatan kepada bulan dan bintang untuk menggantikannya di malam hari.

“Begitu banyak filosofi tentang matahari, maka dijadikan logo komunitas SUN dengan harapan menberi sinar terang di mana saja, memberi cahaya dan manfaat pada sekeliling tanpa terbakar. Mengubah malam yang gelap menjadi siang yang terang, menjadikan usaha anggotanya lebih baik dengan bersinergi dengan swasta maupun pemerintah,” ujar Dyahdy Kusumandari.

Dengan demikian keberadaan SUN diharapkan mampu memberikan semangat, kepada setiap pelaku usaha untuk tumbuh dan sukses bersama. Komunitas SUN punya kewajiban memberikan program pendampingan kepada anggota, yakni optimalisasi pemasaran produk melalui media (koran, radio dan tv), pengurusan kelengkapan izin usaha, serta terhadap proses produksi UMKM.

Juga diusahakan setiap tiga bulan sekali bisa melakukan pertemuan ‘kopi darat’, dimana para anggota bisa menggelar hasil produksinya secara bersama-sama. Dalam pertemuan tersebut, para anggota bisa saling tukar menukar pengalaman, demi kemajuan usaha. Untuk pendampingan, tidak selalu henti-hentinya dilakukan agar produk UMKM semakin eksis.

Seperti yang dilakukan oleh Dyahdi Kusumandari, pada Senin (05/10/2020) dengan tekun mendampingi Devid Dewandaru di Krikilan, Berbah, Sleman yang memproduksi coklat kurma mete. Adapun pengurus SUN terdiri dari, Ketua: Dyahdy Kusumandari, Sekretaris: Khoirul Muthmainnah, Bendahara: Tridarwati. EO dan Humas: Kusmiaji (Ketua) dan Denita (staf). Diharapkan, keberadaan SUN betul-betul mampu menerangi dan membuat cerah kehidupan dan kelangsungan UMKM sehingga mampu memberikan kesejahteraan kepada anggota maupun masyarakat sekitarnya. (Sutopo Sgh)

BERITA REKOMENDASI