Sisi Lain Jogja di Gelaran ‘Sawiji Greget Sengguh Ora Mingkuh’

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Pagelaran komunitas yang digagas Dinas Kebudayaan DIY bertajuk Sawiji Greget Sengguh Ora Mingkuh digelar di Jogja National Museum (JNM) 29-30 September 2016. Karya puluhan komunitas ditampilkan salah satunya dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta yang menampilkan 32 karya dengan tema "Di mana Istimewanya Yogyakarta".

Oka Hamied, Ketua PFI Yogyakarta kepada KRjogja.com Kamis (29/9/2016) mengatakan foto-foto tersebut diambil oleh rekan-rekan pewarta foto dari realitas yang ada di Yogyakarta. Menurut dia, foto-foto tersebut menunjukkan sisi lain dari Yogyakarta yang selama ini banyak diklaim sebagai kota yang paling nyaman di Indonesia.

"Ternyata tak hanya sisi baik saja, tapi banyak hal yang masih harus dibenahi di Yogyakarta. Teman-teman PFI Yogyakarta ingin menunjukkan realitas tersebut dalam karya fotografi," terangnya.

Dalam 32 karya foto yang dipamerkan selama dua hari, ditampilkan pula hasil bidikan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terkadang luput dari pantauan kita. Bidikan-bidikan tajam para pewarta foto yang juga merupakan wartawan dari berbagai media lokal hingga internasional ini tampak penuh warna menyajikan sisi-sisi Yogyakarta.

"Ada berbagai macam foto ditampilkan seperti senyum para penari yang tengah wefie-ria, gemerlap gebyar api di malam pergantian tahun di Tugu Yogyakarta, ada juga foto-foto yang merekam perubahan lingkungan di Malioboro, masalah sampah perkotaan dan problema hak akses fasilitas publik di perkotaan.
Inilah wajah Yogyakarta hari ini, kota yang kini bertumbuh pesat dan diserbu banyak investor dengan masalah perebutan ruang ekonomi atas nama kepentingan umum berhadapan dengan penolakan warga yang merasa hak miliknya terancam," pungkas Oka. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI