Sistem Komando Relawan Bencana di DIY Belum Solid

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN (KRjogja.com) – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Krido Suprayitno menilai, sistem komando relawan di Yogyakarta saat ini belum solid. Padahal relawan merupakan ujung tombak saat sedang terjadi bencana.

 

“Unit Reaksi Cepat (IRC) akan kita aktifkan kembali. Karena sistem komando kita ternyata belum solid. Padahal relawan merupakan ujung tombak,” katanya, Kamis (4/8).

BPBD DIY akan rekoordinasi dengan BPBD di kabupaten/kota untuk melakukan pemetaan titik-titik mana saja yang rawan bencana. Baik itu gempa bumi, angin, kekeringan, banjir hingga tanah longsor.

Krido mencontohkan di Kabupaten Sleman yang saat ini memiliki 87 kelompok relawan dengan anggota lebih dari 1.600 orang. Untuk itu mitigasi bencana akan dimantapkan kembali. "Tentu saja harapannya tidak ada bencana. Tapi kesiapsiagaan itu tetap mutlak dimiliki," tegasnya.

Krido juga mendorong agar semua personil SAR untuk memiliki sertifikasi kompetensi masing-masing bidang. Ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas personil dalam penanganan bencana.

”Sesuai kemampuan. Yang ahli logistik nanti akan kita dorong punya kemampuan soal logistik. Ahli bangunan memiliki sertifikasi soal bangunan. Ini akan bermanfaat dalam penanganan kebencanaan,” urainya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI