Siswa Kelas 3 SMP Sengaja Dibunuh

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kasus pembunuhan yang dialami siswa SMP, Satria Yuda Pratama (14) warga Kedulan Tirtomartani Kalasan, Sleman, hingga Jumat (30/07/2021) belum menemukan titik terang. Dari delapan saksi yang diperiksa, belum satu pun yang mengarah ke identitas pelaku pembunuhan sadis tersebut.

“Ada delapan orang yang sudah kami periksa sebagai saksi, termasuk pelapor. Dari keterangan para saksi, belum ada yang mengarah ke pelaku. Mohon doanya, agar kasus ini segera terungkap,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Kalasan Iptu Sri Pujo mewakili Kapolsek Kompol Sumantri.

Sri Pujo menjelaskan, dari keterangan para saksi, tidak ada yang melihat secara langsung aksi sadis yang terjadi Rabu (28/07/2021) malam itu. Ia menduga, saat eksekusi pelaku menutup pintu rumah bercat pink yang selama ini ditinggali oleh korban dengan ibunya.

Sementara itu dari olah TKP, Kanit memastikan tidak ada satu pun barang berharga di rumah korban yang hilang. “Tidak ada barang yang hilang, masih utuh. Itu korban sengaja dibunuh, namun pelaku belum mengarah ke siapa dan masih kami selidiki,” tandas Sri Pujo.

Ia menambahkan, ibu korban yang pertama kali melihat anaknya tak bernyawa, hingga Jumat pagi ini belum bisa dimintai keterangan karena masih syok. Sementara itu barang bukti yang diamankan, Sri Pujo mengatakan antara lain baju yang saat kejadian dikenakan korban. Pihaknya saat ini juga masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian siswa SMP kelas tiga tersebut.

Seperti diketahui, korban ditemukan tewas bersimbah darah di lantai ruang keluarga rumahnya. Saat kejadian, korban sedang yang yatim sejak lima tahun lalu itu sedang sendiri di rumah, sedangkan ibunya, Maryani, sedang rapat di padukuhan setempat.

Korban diketahui sempat mengirimkan pesat WhatsApp yang meminta agar ibunya segera pulang sekitar pukul 19.00. Saat sang ibu tiba di rumah sekitar satu jam kemudian, korban sudah tidak bernyawa dengan banyak luka di hampir seluruh tubuhnya. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI