Siswa Mulai Jenuh Pembelajaran Daring

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pandemi Covid-19 menimbulkan dampak tersen diri khususnyapembelajaran. Tidak hanya terkait metode belajar yang secara daring, tapi juga terkait psikologis siswa.

Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Masyarakat (FKIP) Universitas Ahmas Dahlan (UAD) memberikan pelatihan peningkatan kualitas bagi para guru di SD Muhammadiyah Domban 3 Kecamatan Tempel Kabupatem Sleman. “Kegiatan ini diikuti 20 guru setempat,” kata Meita Fitrianawati MPd, Ketua Tim Program Pengabdian Masyarakat (PPM), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Masyarakat (FKIP) Universitas Ahmas Dahlan (UAD), Sabtu (05/09/2020).

Disebutkan Meita Fitrianawati, PPM ini juga dilakukan EgaAsnatasia Maharani, dosen FKIP UAD berupa kegiatan pelatihan berupa bagaimana meningkatkan gairah belajar siswa serta bagaimana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna selama pandemi Covid-19 di SD Muhamadiyah Domban 3 Tempel.

Pelatihan peningkatan kualitaspembelajaraninidibuka oleh Kepala SD Muhammadiyah Domban 3, Sri WiningsihSPd dan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya. Sri Winingsih menyatakan, pelatihan ini sangat bermanfaat karena siswa sudah mulai jenuh dengan pembelajaran daring yang selama ini dilakukan. “Siswa-siswi sudah mulai jenuh pembelajaran daring,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, EgaAsnatasia Maharani menyampaikan cara meningkatkan gairah belajar anak dengan rasa ingin tahu (Curiouse), Relevansi (Relevant), Prediksi (Predict), menjelaskan (Explain) dan Eksplorasi (Explore). Lebih lanjut upaya untuk memperbaiki kualitas pembelajaran semestinya bertujuan agar anak senang belajar bukan hanya sekadar mau belajar.

Sementara itu, Meita Fitrianawati menyampaikan dalam masa pandemi Covid-19 ini pembelajaran tetap mendukung kecakapan yang harus dikuasai siswa di abad-21 serta menggunakan strategi pembelajaran bermakna dan berorientasi Higher Order Thinking Skill (HOTS).

Ada beberapa pembelajaran yang bisa digunakan yaitu pembelajaran Self Organizea Learning Environment (SOLE) dan pembelajaran Community of Inquiry (COI). Dalam kesempatan itu, guru-guru menyampaikan beberapa keluhan terkait pembelajaran yang selama ini sudah dilakukan dan kendala yang dialami. “Pelatihan berbagai model pembelajaran kepada guru telah dilakukan 28 Agustus lalu,” ujarnya. (Jay)

BERITA REKOMENDASI