Siswa Pemegang KIP Diharapkan Segera Lapor Sekolah

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN (KRjogja.com) – Program Indonesia pintar yang dicanangkan Presiden Joko Widodo ternyata belum optimal. Tidak adanya peran aktif dari siswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) cukup menghambat jalannya program tersebut.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam hal ini Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) juga terus berkoordinasi dengan sekolah. Pihak sekolah diharapkan agar bertanya kepada peserta didiknya. Apakah orangtua pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan siswa itu sendiri mendapatkan KIP.

“Kita terus minta kepada sekolah agar bertanya ke siswa. Jika memang memiliki KKS dan KIP untuk segera dilaporkan ke sekolah. Agar dapat langsung dimasukkan ke Dapat Pokok Pendidikan (Dapodik) yang terakses langsung ke pusat. Dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),” kata Kepala Disdikpora Sleman Arif Haryono, Senin (29/8).

Nantinya setelah masuk dalam Dapodik, bisa langsung dibuatkan Surat Keputusan (SK) sebagai penerima KIP. Sebab tanpa SK, dana di KIP tidak dapat dicairkan. Saat disinggung, berapa jumlah penerima KIP di Kabupaten Sleman. Arif tidak dapat menyebutkannya secara pasti. Karena sampai sekarang SK tersebut belum ada.

Untuk itu dia mengharapkan kepada seluruh siswa yang memang memiliki KIP agar segera lapor ke sekolah masing-masing. Karena tanpa SK, dana tidak dapat dicairkan dan bisa untuk memenuhi kebutuhan sekolah mereka.

“Selain itu, kami juga meminta ke sekolah untuk melakukan pengawasan. Jangan sampai setelah dananya turun, justru pemanfaatannya tidak tepat. Mengingat proses pencairannya secara langsung ke rekening siswa sendiri,” tegasnya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI