Slank Ajak Penggemar Hargai Pancasila

SLEMAN, KRjogja.com – Grup musik Slank mengajak para penggemar untuk menghargai Pancasila. Kaka, sang vokalis bahkan tidak segan melempar tamborin ke arah penonton yang ia gunakan agar Slankers yang sempat ricuh di sudut kanan panggung kembali berdamai.

"Baru saya mau ngomong tentang Pancasila, tentang kebijakan, sosial. Ini lagu Ngindonesia, gak perlu joget terlalu histeris," ujarnya saat Konser Indonesia Damai di Halaman Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (1/6/2018) sore. Sesaat setelah melempar tamborin, Kaka meminta maaf atas perlakuannya. Namun, ia meminta penggemar untuk melapor kepada petugas berwenang apabila menemukan masalah dan tidak main hakim sendiri. Slank membuka konser dengan lagu Mars Slanker, dilanjut dengan Garuda Pancasila, Ngindonesia serta I Miss You but I Hate You.

"Yogyakarta adalah Indonesia Kecil, jadi tepat kalau dirayakan di UGM. Bangsa ini pernah kena asam garam, kena bencana, kena bom, tapi kita berhasil bangkit dan tidak pernah takut teror," ucapnya lebih lanjut. Tidak lupa, Kaka mengingatkan Slankers untuk tidak mengangkat bendera-bendera keatas tangan agar para penonton di belakang juga bisa ikut menikmati konser.

"Kalau bendera diatas kepala, yang belakang gak bisa lihat, gak Pancasila itu namanya. Turunkan ya, semuanya bisa nonton Slank gratis di sini jadi jangan egois. Hargai yang belakang," katanya. Selain Kaka, Bimbim yang sedari tadi fokus dengan drumnya turut angkat bicara. Pria bernama lengkap Bimo Setiawan Almachmuzi itu meminta kepada publik yang menonton untuk tidak mudah terpancing hal negatif di media sosial (medsos).

"Kalau di medsos ada yang ngajakkin berantem, nyebarin hoax atau menyebarkan hal negatif, gak udah diladenin. Block aja bareng-bareng," tandasnya yang langsung diiringi tepuk tangan meriah Slankers. Sejumlah tokoh bangsa turut berorasi tentang Pancasila sebagai pemersaty bangsa, diantaranya Sri Sultan Hamengkubuwono X, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Panut Mulyono MEng DEng, Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) Prof Drs Yudian Wahyudi MA PhD dan Prof Dr Ahmad Syafii Maarif. (M-1)

 

BERITA REKOMENDASI