Sleman Fair Tingkatkan Pangsa Pasar Pengusaha Lokal

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pembukaan Sleman Fair 2019 berlangsung di halaman depan Royal Ambarukmo Yogyakarta (RAY) dan Ambarukmo Plaza (Amplaz) pada Jumat sore (06/09/2019) menampilkan aneka ragam potensi lokal baik berupa kerajinan, kuliner dan seni budaya. Sleman Fair diselenggarakan selama 3 hari Jumat (06/09/2019) hingga Minggu (08/09/2019) dan buka pada pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Asekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Suyono menuturkan kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan mempromosikan budaya dan produk lokal asli Sleman dengan harapan membuka peluang investasi dan datangkan wisatawan, buyer dan investor. "Dalam Sleman Fair juga dimeriahkan pawai festival kesenian, gala dinner, festival kopi dan pameran potensi sektor pertanian dan festival band akustik," jelasnya.

Rangkaian Sleman Fair 2019 meliputi pawai festival seni, pentas kesenian unggulan dan pengundang massa, band akustik Youth Smart Expression, gala dinner investor, pameran, pendampingan pelayanan perizinan, serta lomba mewarnai anak-anak bekerjasama dengan Trans Studio Mini. Acara ini juga semakin semarak dengan hadirnya Festival Kopi pada Sabtu (07/09/2019) yang diisi lomba barista, lomba petani kopi, sarasehan, dan minum free 1.000 cup kopi Sleman.

Selain itu ada pula rangkaian Sleman Fashion Festival berupa line dance dan fashion show. Selama tiga hari acara berlansung juga diadakan demo produk UKM Sleman. Pada hari pertama demo yang dihadirkan adalah produk olahan salak, kemudian Sabtu (07/09/2019) menampilkan produk jamu tradisional, blangkon, dan batik sedangkan hari terakhir diisi demo produk rajut, dan demo dari baca menjadi karya dengan tema ecoprint.

Bupati Sleman, Sri Purnomo menambahkan Sleman Fair 2019 dengan tema Gumebyar ini wujud sinergitas dan kerjasama antara UKM, Pemkab Sleman dan stakeholder berkaitan dengan peluang investasi. "Kami berharap kegiatan ini nanti dapat mengundang wisatawan dan pengusaha untuk berkunjung. Event ini dapat menjadi kesempatan bagi para pengusaha untuk bertemu langsung dengan konsumen bahkan investor," katanya.

Bupati berharap Sleman dapat dikenal sebagai kota kreatif sehingga menambah poin plus tujuan wisata dan investasi yang menjanjikan. Selama ini banyak dijumpai produk lokal yang berkualitas tingi namun terkendala pemasarannya karena harga yang cukup tinggi.

“Kami mengimbau para pengusaha di Sleman untuk mengembangkan produknya secara kualitas, diversifikasi maupun dari segi harga sehingga mampu bersaing dengan produk pabrikan. "Saya sarankan pula pengusaha agar memanfaatkan media digital untuk sarana promosi. Pemkab Sleman sudah memfasilitasi sejumlah aplikasi digital," urainya. (Aje)

BERITA REKOMENDASI