Sleman Lestarikan Padi Sembada Merah dan Hitam

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman akan terus melestarikan padi sembada merah dan hitam. Mengingat padi sembada merah dan hitam murupakan jenis plasma nutfah lokal Sleman. Selain itu memiliki nilai jual tinggi dan juga baik untuk kesehatan.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman Ir Suparmono MM mengatakan, padi sembada merah dan sembada hitam merupakan jenis plasma nutfah lokal Sleman yang masih dibudidayakan sebagian petani. Beras merah dan beras hitam sudah lama diketahui sangat bermanfaat bagi kesehatan.

“Selain sebagai makanan pokok, beras ini juga untuk mencegah kekurangan pangan dan gizi serta menyembuhkan penyakit kekurangan vitamin A (rabun ayam) dan vitamin B (beri-beri),” kata Suparmono dalam acara panen padi sembada merah di Kadilobo Purwobinangun Pakem, Selasa (03/08/2021).

Dalam upaya melestarikan kedua padi local tersebut, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman setiap tahun berusaha melakukan pendampingan melalui kegiatan percontohan budidaya seluas 5 – 10 ha baik dengan dana APBD maupun APBN. Demplot itu hanya dilakukan di wilayah Pakem.

“Kenapa kami lakukan di Pakem, karena padi Sembada merah dan hitam lebih cocok di wilayah Pakem. Demplot kami lakukan di Kelompok Tani Makmur, Kaliwanglu, Harjobinangun, Pakem dan sudah dipanen pada pertengahan bulan juni 2021 dengan produktivitas 5,5 – 6 ton/ha,” terangnya.

Dikatakan, nilai jual beras sembada merah maupun hitam di pasaran cukup bagus. Untuk harga gabah sembada merah Rp 6.000 – 6.500/kg GKG, sedang gabah sembada hitam bisa mencapai Rp. 8.000/kg GKG.

“Nilai jual beras merah dan hitam lebih tinggi (30 – 50 %) dari harga beras putih. Dan harga beras sembada hitam jauh lebih mahal dibanding sembada merah yaitu Rp. 20.000/kg, sembada hitam sementara sembada merah Rp. 15.000/kg. Rasa nasi enak (pulen) dan penampilan nasi menarik sangat disenangi konsumen,” paparnya.

Selain permintaan terhadap produk berasnya (beras merah maupun beras hitam), konsumen juga menghendaki benihnya baik konsumen dari Sleman maupun dari luar Sleman, bahkan dari luar Yogyakarta. Permintaan benih ini tentu saja tidak dapat dipenuhi mengingat Sembada Merah dan Sembada Hitam belum dilepas sebagai varietas unggul nasional. “Saat ini baru terdaftar sebagai varietas unggul lokal pada kementerian pertanian,” pungkasnya. (Sni)

BERITA REKOMENDASI