Sleman Paling Rawan Pelanggaran Pemilu

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kabupaten Sleman menduduki peringkat pertama di DIY sebagai daerah paling rawan terjadi pelanggaran Pemilu. Untuk DIY sendiri ada di nomor dua di Indonesia, dibawah Papua.

Hal itu berdasarkan analisa Bawaslu RI dari beberapa komponen. Mulai dari laporan kepolisian, media dan KPU maupun Bawaslu. Selama ini Bawaslu DIY dan kabupaten/kota secara rutin menyampaikan kepada masyarakat terkait pelanggaran maupun penyelenggaraan Pemilu.

Ketua Bawaslu Sleman Karim Mustofa mengatakan hal itu ketika audiensi ke redaksi KR

, Rabu (3/10). Khusus di Kabupaten Sleman sendiri, Kecamatan Depok menjadi daerah paling rawan. Mengingat disana jumlah penduduknya sangat padat. Selain itu juga menjadi pusat pendatang. Karena ada 41 PTN/S, 140an pondok pesantren dan 28 RS.

Turut serta dalam audiensi, anggota Bawaslu Sleman Vici Herawati dan staf Bawaslu Lukman Arya Mubarok. Tim dari Bawaslu Sleman ini diterima Wakil Pemimpin Redaksi KR

Ahmad Lutfie.

"Hal itu berdasarkan hasil pemetaan kami. Baik secara geografis maupun demografis. Daerah yang kepadatan penduduknya tinggi, rawan terjadi konflik sosial," ujarnya.

Potensi pelanggaran juga rawan terjadi disana. Khususnya dalam pemenuhan hak pilih masyarakat. Mengingat disana banyak pendatang, otomatis harus mengurus formulir pindah pemilih atau A5. "Karena sekarang ini pendataan pemilih berbasis E-KTP. Tanpa formulir A5, mereka tidak dapat menggunakan hak pilih di lokasi saat ini," tegasnya. (Awh)

 

BERITA REKOMENDASI