Sleman Siaga Darurat Banjir dan Longsor

SLEMAN (KRjogja.com) – Kabupaten Sleman kini berstatus siaga darurat banjir dan tanah longsor. Hal ini berdasarkan kondisi cuaca di Sleman dalam beberapa waktu terakhir yang termasuk dalam kategori ekstrim.

Keputusan Bupati Sleman ini berlaku selama 40 hari kedepan. Terhitung mulai tanggal 21 Oktober hingga 30 November. Dengan adanya status siaga darurat ini mengharuskan seluruh lapisan masyarakat untuk mulai siap siaga terhadap bencana. 

Bupati Sleman Sri Purnomo selaku inspektur upacara mengatakan, saat ini memang potensi bencana yang muncul di Sleman ada dua. Banjir dan tanah longsor. Meski demikian, bukan berarti mengesampingkan potensi bencana yang lain. Mengingat selain bencana alam, ada juga bencana yang muncul akibat ulah manusia.

Penetapan status tersebut diumumkan bersamaan dengan apel siaga personil dan peralatan dalam rangka antisipasi dampak cuaca ekstrim di Lapangan Denggung, Minggu (23/10/2016). Apel diikuti 1.000 peserta yang terdiri dari relawan, pelajar hingga masyarakat dalam desa tangguh bencana.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Kunto Riyadi mengatakan, wilayah Sleman mempunyai nilai indeks tertinggi dalam resiko bencana dari seluruh kabupaten/kota di DIY dengan skor 97. Hal ini ada tujuh ancaman bencana. Erupsi Gunung Merapi, banjir lahar dingin, gempa bumi, tanah longsor, angin kencang/puting beliung, kekeringan dan kebakaran.

"Apel siaga ini sebagai bentuk kesiapsiagaan kita terhadap pengurangan resiko bencana. Mengingat wilayah Sleman sekarang ini sedang memasuki cuaca ekstrim. Selain itu juga untuk memastikan perlatakan kami dalam status siaga," katanya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI