Sleman Tak Tertarik Daging Kerbau Impor

SLEMAN (KRjogja.com) – Wacana impor daging kerbau oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat reaksi di pemerintah daerah. Tak terkecuali di Kabupaten Sleman.

Bahkan jika Pemkab Sleman menolak daging kerbau impor tersebut. Bukan tanpa alasan. Kebetulan tingkat konsumsi masyarakat Sleman akan daging kerbau termasuk kecil. Selain itu juga masih bisa dipenuhi dari populasi sendiri.

"Populasi kerbau di Sleman sekitar 500an ekor. Rata-rata di Sleman Barat. Seperti Kecamatan Moyudan dan Godean. Disisi lain daya konsumsi masyakarat juga rendah. Bahkan relatif tidak ada. Jadi kalau ditawari, sepertinya tidak saja," kata Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DP2K) Suwandi Aziz, Rabu (10/08/2016).

Disisi lain menurut Azis, kebutuhan masyarakat akan hewan kerbau juga semakin berkurang. Dulu kerbau dimanfataatkan masyarakat terutama petani untuk membajak sawah. Namun, seiring perkembangan teknologi. Banyak petani memilih menggunakan traktor. Ini berdampak pada berkurangnya populasi hewan kerbau.

Dulu di Kabupaten Sleman sempat ada jagal khusus hewan kerbau. Namun sekarang sudah tidak aktif lagi, karena tidak ada yang meneruskan. "Sekitar 10 tahun yang lalu mungkin. Di Pasar Tempel. Tapi karena keturunanya tidak ada yang meneruskan. Jadi sudah tidak aktif lagi," jelasnya.

Menurut Azis, daerah yang tingkat konsumsi daging kerbau cukup banyak ada di Pantura. Seperti Kabupaten Pati dan Demak. Karena disana terkenal kuliner sate kerbau. Sedangkan Kabupaten Sleman, masyarakat masih memilih daging sapi atau ayam. (Awh)

BERITA REKOMENDASI