SMA Kolese De Brito Menangkan Lomba Film Indie

SLEMAN, KRJOGJA.com  – SMA Kolese De Brito berhasil memenangkan sebagai Juara I dalam Lomba Film Indie Dokumenter Kebudayaan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman pada tahun 2019. 

Judul film yang diajukan tim SMA Kolese De Brito tersebut kebetulan sangat berkaitan erat dengan kesejarahan Kabupaten Sleman, yaitu Salimar, yang menggambarkan secara detail Prasasti Salimar sebagai cikal bakal berdirinya Kabupaten Sleman. 
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman HY Aji Wulantara, SH, M.Hum film berjudul “Salimar” yang berdurasi 10 menit 5 detik tersebut mengungguli 27 karya film lainnya dengan nilai  290. Sebagai Juara II Judul “Kasoran” dari SMKN I Godean dengan nilai 281, Juara III “Kampung Jaban” dari SMKN I Kalasan dengan nilai 269, Juara Harapan I “Keraton Bathok Bolu” dari SMKN I Godean dengan nilai 260, Juara Harapan II “Mitos dan Fakta Dusun Ngino” dari SMAN I Seyegan dengan nilai 249, dan Juara Harapan III “Ulet dan Alotnya Jadah Tempe Kaliurang” dari MAN 4 Sleman dengan nilai 235.

Sedangkan untuk perorangan sebagai Sutradara Terbaik diraih oleh Richardus Krisna Dewandaru dengan judul film “Salimar” dari SMA Kolese De Brito, dan sebagai Editor Terbaik Muhammad Alam dengan judul film “Kasoran” dari SMKN 1 Godean.

Penyerahan kejuaraan lomba film indie dokumenter kebudayaan tersebut dilaksanakan di Gamplong Studio Alam Sumberahayu Moyudan, Sabtu 26 Oktober 2019 yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman HY Aji Wulantara, SH, M.Hum, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Kepala Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman dan berbagai tamu undangan lainnya.
Aji mengapresiasi kepada semua sekolah yang telah berpartisipasi dalam lomba film indie dokumenter kebudayaan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, sekaligus menyampaikan selamat kepada para juara.

Meskipun demikian kepada sekolah-sekolah yang belum berhasil memenangkan lomba agar terus berkarya dan berproses positif dalam rangka mengembangkan dan melestarikan potensi kebudayaan melalui karya film sebagai sebuah upaya pemajuan kebudayaan sebagaimana diamanatkan dalam UU No.5 tahun 2017. (*)

 

BERITA REKOMENDASI